Pada salah satu konsep penjualan minat beli menjadi faktor yang penting
untuk diperhatikan dalam melirik konsumen. Minat beli konsumen adalah
inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah
produk.
Menurut teori dari Keller dalam Dwiyanti, minat beli adalah seberapa besar
kemungkinan konsumen yang melekat pada minat beli tersebut13. Menurut
Kloter dan Amstrong, minat beli adalah suatu keadaan dalam diri seseorang pada
dimensi kemungkinan subyektif yang meliputi hubungan antara orang itu sendiri
dengan beberapa tindakan14
Sedangkan menurut Kristianto, mendefinisikan minat beli sebagi tindakantindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan,
kelompok maupun organissai untuk menilai, memperoleh dan menggunkan
barang-barang melalui proses petukaran atau pembelian yang diawali dengan
proses pengambilan keputusan yang membentuk tindakan-tindakan tersebut.
Menurut Schiffman dan Kanuk, menyatakan bahwa minat merupakan salah
satu aspek psikologis yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap sikap serta
perilaku. Kotler dan susanto dalam Mahendrayasa, mendefinisikan minat beli
adalah sebagai dorongan atau r angsangan internal yang kuat untuk memotivasi tindakan, dimana dorongan tersebut dipengaruhi oleh stimulus dan perasaan
positif akan produk. Sedangkan pendapat Kerin et al., menyatakan minat beli
adalah kecenderungan seorang konsumen dalam membeli suatu merek, atau
mengambil sebuah tindakan yang berhubungan dengan pembelian
