Tujuan Penetapan Harga

Tujuan penetapan harga menurut Assauri (2014),adalah
sebagai berikut :
1) Memperoleh Laba yang Maksimum
Salah satu tujuan yang paling lazim dalam penetapan harga
adalah memperoleh hasil laba jangka pendek yang maksimal.
Pencapaian tujuan ini dilakukan dengan cara menentukan tingkat
harga yang memperhatikan total hasil penerimaan penjualan
(sales revenue) dan total biaya, dalam hal ini perusahaan
menetapkan harga untuk memperoleh tingkat keuntungan yang
maksimal dan paling memuaskan.
2) Mendapatkan Share Pasar Tertentu
Sebuah perusahaan dapat menetapkan tingkat harga untuk
mendapatkan atau meningkatkan share pasar, meskipun
mengurangi tingkat keuntungan pada masa itu. Strategi ini
dilakukan perusahaan karena perusahaan percaya bahwa jika
share pasar bertambah besar, maka tingkat keuntungan akan
meningkat pada masa depan.
3) Memerah Pasar (Market Skimming)
Perusahaan mengambil manfaat memperoleh keuntungan dari
bersedianya pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi
dari pembeli lain, karena barang yang ditawarkan memberikan
nilai yang lebih tinggi bagi mereka. Jadi dalam hal ini perusahaam
menetapkan harga yang lebih tinggi, karena hendak menarik
manfaat dari sekelompok besar pembeli yang bersedia membayar
harga tinggi, yang disebabkan produk perusahaan tersebut
mempunyai nilai sekarang (present value) yang tinggi bagi
mereka.
4) Mencapai Tingkat Hasil Penerimaan Penjualan Maksimum Pada
Waktu Itu
Perusahaan menetapkan harga untuk memaksimumkan
penerimaan penjualan pada masa itu. Tujuan itu mungkin hanya
dapat di capai apabila terdapat kombinasi harga dan kuallitas
produk yang dapat menghasilkan tingkat pendapatan yang paling
besar. Penetapan harga dengan tujuan ini biasanya terdapat pada
perusahaan yang mungkin dalam keadaan kesulitan keuangan
atau perusahaan yang menganggap masa depannya suram atau
tidak menentu.
5) Mencapai Keuntungan yang Ditargetkan
Perusahaan menetapkan harga tertentu untuk dapat mencapai
tingkatan laba yang berupa rate of return yang memuaskan.
Meskipun harga yang lebih tinggi dapat memberikan atau
menghasilkan tingkar laba yang berlaku (conventional) bagi
tingkat investasi dan risiko yang ditanggung.
6) Mempromosikan Produk
Perusahaan menetapkan harga khusus yang rendah untuk
mendorong penjualan bagi produknya, bukan semata-mata
bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah pada suatu
waktu untuk suatu macam produk, dengan maksud agar
langganan membeli juga produk-produk lain yang di hasilkan
oleh perusahaan