Schmitt dalam Roberto Gunawan Pranoto (2017) menyarankan ada lima
tipe customer experience sebagai dasar untuk analisis pemasaran pengalaman
keseluruhan, yakni: sense, feel, think, act, dan relate. Dimensi Customer
Experience:
1. Sense Experience
Sense adalah pengalaman konsumen yang berkaitan dengan panca
indra melalui penglihatan, suara, sentuhan, rasa dan bau.
2. Feel Experience
Feel adalah pengalaman konsumen yang berkaitan dengan
emosional yang diciptakan antara konsumen. Feel Experience daoat timbul
karena hasil kontak dan interaksi yang kemudia berkembang melalui
perasaan dan emosi. Selain itu feel experience menampilkan ide dan
keenangan serta reputasi yang baik akan pelayanan perusahan kepada
konsumen. Maka feel experience bertujuan untuk menggerakan stimulus
emosioal sehingga mempengaruhi emosi dan suasana hati konsumen.
3. Think Experience
Think adalah pengalaman konsumen yang berkaitan dengan
rangsangan kreatifitas dan rasional dari konsumen. Faktor think experience
mengacu kepada future (masa depan), focused (fokus), value (nilai),
quality (kualitas), dan growth (berkembang), dan dapat ditampilkan
melalui inspiration high technology, dan surprise.
4. Act Experience
Act yaitu pengalaman konsumen yang berkaitan dengan gaya
hidup/lifestyle, kegiatan fisik dan image yang dibentuk. Gaya hidup dapat
diterapkan dengan menggunakan trend saat ini dan mendorong
terciptanya trend budaya baru. Sehingga act experience bertujuan untuk
memberikan kesan terhadap pola perilaku dan gaya hidup .
5. Relate Experience
Relate yaitu pengalaman konsumen dengan suasana atau komunitas
sosial setelah berkunjung. Relate Experience bertujuan untuk
menghubungkan konsumen dengan budaya dan lingkungan sosial yang
dapat tercerminkan oleh merk dari suatu produk
