Handler (2012) dalam Kusmaningtyas memberikan beberapa petunjuk untuk
mencapai kesesuaian orang dengan organisasi (Person Organization Fit), yaitu:
1. Membangun kesesuaian di dalam setiap jenis pekerjaan.
Untuk mencapai kesesuaian antara individu dengan organisasi sangatlah sulit
apalagi kesesuaian dalam hal pekerjaan. Adanya perbedaan pendapat mungkin
dapat menimbulkan keretakan hubungan antara rekan kerja karena adanya
perbedaan nilai dari orang atau rekan sekerja. Maka dari itu nilai organisasi
perlu dipahami dan disampaikan dalam seleksi awal.
2. Gunakan data Person Organization Fit untuk melengkapi data Person-Job Fit.
Sebelum menempatkan orang pada pekerjaan yang sesuai pertama yang perlu
diperhatikan adalah kesesuaian orang itu berada di organisasi terlebih dahulu.
Jadi bisa dilihat apakah karakteristik dan nilai individu orang tersebut sudah
cocok dengan organisasi tersebut atau tidak, bila nilai dan karakteristik
individu orang tersebut sudah cocok atau sesuai dengan organisasi maka
setelah itu baru mencari Person-Job Fit nya. Karena bila data Person
Organization Fit tidak digunakan maka perusahaan tidak akan mengetahui
apakah orang tersebut cocok berada di dalam organisasi atau tidak.
3. Gunakan kesesuaian untuk mengoptimalkan kelompok-kelompok dalam
organisasi pada saat membuat penugasan internal.
Salah satu manfaat dari data Person Organization Fit adalah dapat membantu
organisasi dalam menentukan individu yang tepat untuk sebuah penugasan
internal. Daftar nilai-nilai yang dikumpulkan selama proses dapat digunakan
untuk membantu memastikan bahwa seorang pekerja tidak ditugaskan pada
sebuah kelompok kerja yang memiliki budaya yang tidak sejalan dengan nilai-
nilai yang mereka miliki. Bentuk evaluasi seperti ini bisa memberikan
pengaruh yang kuat terhadap produktifitas kelompok kerja dalam organisasi.
4. Pelajari pengaruh dari Person Organization Fit.
Organisasi harus mengumpulkan beberapa data yang memperlihatkan dampak
dari kesesuaian yang dihasilkan. Organisasi menggunakan model Person
Organization Fit dalam proses hiring dikarenakan manfaat yang diharapkan
baik yang terlihat, seperti berkurangnya turnover maupun yang tidak terlihat
seperti meningkatnya komitmen terhadap organisasi dan misinya
