Job Stress

Menurut (Robbins, S. dan Judge, 2008) menyatakan bahwa job stress
adalah ketidakseimbangan antara keinginan dan kemampuan untuk
memenuhi yang diinginkan sehingga menimbulkan adanya perubahan yang
signifikan terhadap dirinya. Menurut (Mangkunegara, 2012) menyatakan
bahwa job stress adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam
menghadapi pekerjaan. Job stress dapat dilihat dari emosi yang tidak stabil,
perasaan tidak tenang, cemas, tegang.
Sementara indikator job stress menurut (Robbins, 2013) adalah
sebagai berikut :
a. Tuntutan Tugas
Faktor ini dikaitkan dengan pekerjaan seseorang. yang mecakup
beberapa pekerjaan setiap individu, komisi kerja, dan tata letak kerja
disetiap lini dapat memberikan tekanan kepada karyawan.
b. Tuntutan Peran
Tuntutan peran berhubungan dengan tekanan yang diberikan seseorang
untuk memerankan fungsi yang sudah ditentukan dalam organisasi.
c. Tuntutan Antar Pribadi
Tuntutan antar pribadi yaitu tekanan yang diciptakan oleh karyawan
seperti kurangnya dukungan sosial, rekan kerja, dan hubungan pribadi
yang buruk.
d. Struktur organisasi
Struktur organisasi sangat penting disetiap organisasi yang digunakan
sebagai pembeda, tingkat aturan dan keputusan diambil, aturan yang
berlebihan.
e. Kepemimpinan organisasi
Menggambarkan kepemimpinan dalam organisasi. Beberapa pimpinan
menciptakan keputusan budaya yang menciptakan ketegangan, rasa
takut, dan kecemasan karyawan membangun tekanan yang tidak
realistis