Memahami pengertian perempuan tentunya tidak bisa lepas dari
persoalan fisik dan psikis. Dari sudut pandang fisik di dasarkan pada
struktur biologis komposisi dan perkembangan unsur-unsur kimia tubuh.
Sedangkan Sudut pandang psikis didasarkan pada persifatan, maskulinitas
atau feminitas. Perempuan dalam konteks psikis atau gender didefinisikan
sebagai sifat yang melekat pada seseorang untuk menjadi feminim.
Sedangkan perempuan dalam pengertian fisik merupakan salah satu jenis
kelamin yang ditandai oleh alat reproduksi berupa rahim, sel telur dan
payudara sehingga perempuan dapat hamil, melahirkan dan menyusui.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa perempuan berarti
jenis kelamin yakni orang atau manusia yang memiliki rahim, mengalami
menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.8 Sedangkan untuk kata
“wanita” biasanya digunakan untuk menunjukkan perempuan yang sudah
dewasa.9
Perempuan berasal dari bahasa Arab al-Mar’ah, jamaknya al-
nisaa’ sama dengan wanita, perempuan dewasa atau putri dewasa yaitu
lawan jenis pria. Kata an-nisaa’ berarti gender perempuan, sepadan
dengan kata arab al-Rijal yang berarti gender laki-laki. Padanannya dalam
bahasa Inggris adalah woman (bentuk jamaknya women) lawan dari kata
man.10
Menurut Nugroho disebutkan bahwa: “Perempuan merupakan
manusia yang memiliki alat reproduksi, seperti rahim, dan saluran untuk
melahirkan, mempunyai sel telur, memiliki vagina, dan mempunyai alat
untuk menyusui, yang semuanya secara permanen tidak berubah dan
mempunyai ketentuan biologis atau sering dikatakan sebagai kodrat
(ketentuan Tuhan).”11
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
perempuan adalah wanita yang mengandung daya tarik kecantikan dan
memiliki sifat keibuan yang telah mencapai usia dewasa dan telah dapat
memiliki kematangan secara emosi dan afeksi serta memiliki sifat-sifat
khas kewanitaan
