Secara historis keluarga terbentuk atas satuan sosial yang terbatas, yaitu dua
orang (laki-laki dan perempuan) yang mengadakan ikatan tertentu yang disebut
perkawinan. Secara berangsur-angsur anggota keluarga semakin meluas, yaitu dengan
kelahiran adopsi anak-anak. Pada saatnya anak-anak itupun akan melangsungkan
ikatan perkawinan sehingga terbentuk keluarga baru (Zulkaidah, 2007:43).
Pengertian lain mengenai keluarga, dalam (Abu Ahmadi, 2007:221)
mendefinisikan keluarga adalah kelompok primer yang paling penting di dalam
masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan
laki-laki dan perempuan, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk
menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi, keluarga dalam bentuk yang murni
merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak yang
belum dewasa.
Fitzpatrick seperti dikutip dalam Lestari (2012:7), memberikan pengertian
keluarga dengan meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu:
1. Penegertian Keluarga Secara Struktural
Keluarga didefinisikan berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran anggota
keluarga, seperti orang tua, anak dan kerabat lainnya. Definisi ini memfokuskan pada
siapa yang menjadi bagian dari keluarga. Dari perspektif ini dapat muncul pengertian
tentang keluarga sebagai asal-usul (families of origin), keluarga sebagai wahana
melahirkan keturunan (families of procreation) dan keluarga batih (extended family).
2. Pengertian Keluarga Secara Fungsional
Keluarga didefinisikan dengan penekanan pada terpenuhinya tugas-tugas dan
fungsi-fungsi psikososial. Fungsi-fungsi tersebut mencakup perawatan, sosialisasi
pada anak, dukungan emosi, materi dan pemenuhan peran-peran tertentu.
3. Pengertian Keluarga Secara Transaksional
Keluarga didefinisikan sebagai kelompok yang mengembangkan keintiman
melalui perilaku-perilaku yang memunculkan rasa identitas sebagai keluarga (family
identity), berupa ikatan emosi, pengalaman historis, maupun cita-cita masa depan.
Definisi ini memfokuskan pada bagaimana keluarga melaksanakan fungsinya
(Lestari, 2012 : 7-9).
Hotman M. Siahaan (2010:428) mengemukakan bahwa ada tiga tipe keluarga,
yaitu keluarga batih (nuclear), keluarga luas (extended) dan persekutuan kelompok
keturunan. Keluarga batih adalah suatu unit kekerabatan yang terdiri dari pasangan
suami istri yang menikah dan keturunan langsung mereka, yang memelihara suatu
rumah tangga bersama dan bertindak bersama-sama sebagai suatu satuan sosial.
Keluarga luas (extended family) ialah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri dari
sejumlah keluarga batih yang bertalian menjadi satu dan bertindak sebagai satu
kesatuan. Keluarga luas itu biasanya terdiri dari jaringan-jaringan kerabat yang tidak
begitu besar. Akan tetapi dalam banyak masyarakat ikatan-ikatan kekerabatan
selanjutnya dapat diperluas sehingga mencakup sejumlah besar individu dalam satu
lingkungan kekerabatan. Apabila hal ini terjadi, maka sering terbentuklah
persekutuan kelompok-kelompok keturunan (corporate descent groups).
