Menurut Gunawan (dalam Effendi, 2003) ada beberapa manfaat dari
organizational citizenship behavior antara lain :
a. Organizational citizenship behavior meningkatkan produktivitas
Anggota organisasi yang menolong rekan lain akan mempercepat
penyelesaian tugas rekannya, dan pada gilirannya meningkatkan
produktivitas rekan tersebut.
Seiring dengan berjalannya waktu, perilaku membantu yang ditunjukkan
anggota organisasi akan membantu menyebarkan bestpracticeke seluruh
unit tugas atau organisasi.
b. Organizational citizenship behavior meningkatkan produktivitas
pimpinan organisasi.
Anggota organisasi yang menampilkan perilaku civicvirtue akan
membantu pimpinan organisasi mendapatkan saran dan atau umpan balik
yang berharga dari anggota organisasi tersebut, untuk meningkatkan
efektivitas unit tugas.
Anggota organisasi yang sopan, yang menghindari terjadinya konflik
dengan rekan, akan menolong pimpinan organisasi terhindar dari krisis
manajemen.
c. Organizational citizenship behavior menghemat sumber daya yang
dimiliki manajemen dan organisasi secara keseluruhan.
Jika anggota organisasi saling tolong menolong dalam menyelesaikan
masalah dalam suatu tugas organisasi sehingga tidak perlu melibatkan
pimpinan organisasi, konsekuensinya pimpinan organisasi dapat memakai
waktunya untuk melakukan tugas lain, seperti membuat perencanaan.
Anggota organisasi yang menampilkan concentioussness yang tinggi
hanya membutuhkan pengawasan minimal dari pimpinan organisasi
sehingga pimpinan organisasi dapat mendelegasikan tanggung jawab yang
lebih besar kepada mereka, ini berarti lebih banyak waktu yang diperoleh
pimpinan organisasi untuk melakukan tugas yang lebih penting
Anggota organisasi lama yang membantu anggota organisasi baru dalam
pelatihan dan melakukan orientasi tugas organisasi akan membantu
organisasi mengurangi biaya untuk keperluan tersebut
Anggota organisasi yang menampilkan perilaku sportmanship akan sangat
menolong pimpinan organisasi tidak menghabiskan waktu terlalu banyak
untuk berurusan dengan keluhan-keluhan kecil anggota organisasi.
d. Organizational citizenship behavior membantu menghemat energi sumber
daya yang langka untuk memelihara fungsi organisasi.
Keuntungan dari perilaku menolong adalah meningkatkan semangat, moril
(morale), dan kerekatan (cohesiveness) organisasi, sehingga anggota
organisasi atau pimpinan organisasi tidak perlu menghabiskan energi dan
waktu untuk pemeliharaan fungsi organisasi.
Anggota organisasi yang menampilkan perilaku courtesyterhadap rekan
akan mengurangi konflik dalam organisasi, sehingga waktu yang
dihabiskan untuk menyelesaikan konflik manajemen berkurang.
e. Organizational citizenship behavior dapat menjadi sarana efektif untuk
mengoordinasi kegiatan-kegiatan organisasi.
Menampilkan perilaku civic virtue (seperti menghadiri dan berpartisipasi
aktif dalam pertemuan di unitnya) akan membantu koordinasi diantara
anggota organisasi, yang akhirnya secara potensial meningkatkan
efektivitas dan efisiensi organisasi
Menampilkan perilaku courtesy (misalnya saling memberi informasi
tentang tugas organisasi dengan anggota dari tim lain) akan menghindari
munculnya masalah yang membutuhkan waktu dan tenaga untuk
diselesaikan.
f. Organizational citizenship behavior meningkatkan kemampuan organisasi
untuk menarik dan mempertahankan anggota organisasi terbaik.
Perilaku menolong dapat meningkatkan moril dan kerekatan serta perasaan
saling memiliki diantara anggota organisasi, sehingga akan meningkatkan
kinerja organisasi dan membantu organisasi menarik dan mempertahankan
anggota organisasi yang baik.
Memberi contoh pada anggota organisasi lain dengan menampilkan
perilaku sportmanship (misalnya tidak mengeluh karena permasalahan-
permasalahan kecil) akan menumbuhkan loyalitas dan komitmen pada
organisasi.
g. Organizational citizenship behavior meningkatkan stabilitas kinerja
organisasi.
Membantu tugas anggota organisasi yang tidak hadir atau yang
mempunyai beban tugas berat sehingga akan meningkatkan stabilitas dari
kinerja unit tugas.
Anggota organisasi yang conseientiuous cenderung mempertahankan
tingkat kinerja yang tinggi secara konsisten, sehingga mengurangi
variabilitas pada kinerja unit tugas.
h. Organizational citizenship behavior meningkatkan kemampuan organisasi
untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Anggota organisasi yang mempunyai hubungan dekat dan sukarela
memberi informasi tentang perubahan yang terjadi di lingkungan dan
memberi saran tentang bagaimana merespons perubahan tersebut, sehingga
organisasi dapat beradaptasi dengan cepat.
Anggota organisasi yang seeara aktif hadir dan berpartisipasi pada
pertemuan-pertemuan di organisasi akan membantu menyebarkan
informasi yang penting dan harus diketahui oleh organisasi.
Anggota organisasi yang menampilkan perilaku conseientiousness
(misalnya kesediaan untuk memikul tanggung jawab baru dan mempelajari
keahlian baru) akan meningkatkan kemampuan organisasi dapat
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
organizational citizenship behavior antara lain: meningkatkan produktivitas,
meningkatkan produktivitas pimpinan organisasi, menghemat sumber daya yang
dimiliki dan organisasi secara keseluruhan, menghemat energi sumber daya yang
langka untuk memelihara fungsi organisasi, menjadi sarana efektif untuk
mengkoordinasi kegiatan-kegiatan organisasi, meningkatkan kemampuan
organisasi untuk menarik dan mempertahankan anggota organisasi terbaik,
meningkatkan stabilitas kinerja organisasi, meningkatkan kemampuan organisasi
untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
