Beban kerja kualitatif akan dikaitkan dengan kemampuan pekerja
untuk melakukan pekerjaan yang mampu mereka selesaikan.
a. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beban Kerja
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi beban kerja menurut
Purba & Langgeng Ratnasari, (2018:184) :
1) Tugas fisik
Ruang kerja, sikap kerja, atau tugas-tugas yang bersifat psikologis
2) Organisasi kerja
Misalnya lamamya jam kerja, waktu istirahat, jam istirahat dan
penugasan.
3) Lingkungan pekerjaan
Lingkungan pekerjaan fisik, lingkungan kimia, lingkungan
pekerjaan psikologis.
Menurut Koesomowidjojo Suci R Mar’ih, (2017:24) faktor-
faktor yang mempengaruhi beban kerja dibagi menajdi dua yaitu :
a) Faktor Internal
Faktor internal yang mempengaruhi beban kerja adalah faktor
internal yang disebabkan oleh respon beban kerja eksternal (seperti
jenis kelamin, usia, postur tubuh, kesehatan, dan motivasi,
keinginan, kepuasan atau persepsi).
b) Faktor Eksternal
Faktor eksternal di lingkungan kerja yang dapat
mempengaruhi beban kerja karyawan adalah faktor eksternal yang
berada diluar dari karyawan seperti :
I. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja yang nyaman tentunya akan
mempengaruhi kenyamanan karyawan dalam menyelesaikan
pekerjaannnya.
II. Tugas – Tugas Fisik
Tugas fisik terkait dengan alat dan alat bantu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, tanggung jawab
pekerjaan, dan tingkat kesulitan yang dihadapi dalam
menyelesaikan pekerjaan.
III. Organisasi Kerja
Tentunya karyawan membutuhkan jadwal kerja yang
teratur, sehingga lamanya jam kerja, shift kerja, istirahat,
rencana karir dan pengupahan juga dapat menambah beban
kerja.
b. Indikator Beban Kerja
Dalam penelitian indikator Beban Kerja Menurut
Koesomowidjojo Suci R Mar’ih, (2017:33) yang digunakan untuk
mengetahui seberapa besar beban kerja yang harus dicapai oleh
karyawan. Antara lain :
1) Kondisi Pekerjaan
Kondisi kerja yang dimaksud adalah seberapa baik
karyawan memahami pekerjaan tersebut.
2) Penggunaan Waktu Kerja
Waktu kerja yang sesuai dengan SOP akan meminimalisir
beban kerja karyawan.
3) Target yang Harus Dicapai
Tujuan kerja yang ditargetkan oleh perusahaan tentunya akan
berpengaruh langsung terhadap beban kerja karyawan.
c. Aspek Beban Kerja
Menurut Koesomowidjojo Suci R Mar’ih, (2017:36)
Kemampuan kerja yang berbeda antara satu karyawan dengan
karyawan lainnya membuat organisasi melakukan perhitungan beban
kerja dan dapat dipandang dari 2 aspek yaitu :
1) Aspek Beban Kerja Fisik
Untuk beban kerja fisik, organisasi akan melakukan
pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap karyawan,
yaitu fungsi sistem fisiologis, detak jantung, pernapasan dan
perasaan pada tubuh karyawan.
2) Aspek Beban Kerja Psikologis
Beban kerja psikologis karyawan adalah beban kerja yang
disebabkan ketika karyawan melakukan aktivitas psikologis
dilingkungan kerja.
d. Manfaat Beban Kerja
Menurut Koesomowidjojo Suci R Mar’ih, (2017:91) untuk
dapat memperbaiki kualitas SDM, suatu organisasi melakukan
analisis beban kerja yang memiliki mamfaat sebagai berikut :
1) Penetuan Jumlah Kebutuhan Karyawan
Menunjukkan untuk menentukan jumlah karyawan yang
dibutuhkan agar organisasi mengetahui dasar untuk menambah
atau mengurangi tenaga kerja untuk unit kerja tersebut.
2) Melakukan Proses yang Terorganisir dalam Melakukan
Penambahan Atau Pengurangan Karyawan
Peningkatan atau penurunan yang terorganisir yang
diharapkan dapat diatur sesuai dengan kualifikasi dan Pendidikan
karyawan.
3) Melakukan Penyempurnaan Tugas dalam Jabatan-Jabatan
yang Ada Pada Setiap Organisasi
Untuk mencapai kinerja organisasi yang prima,
penempatan sumber daya manusia akan disesuaikan dengan
kemampuannya.
4) Melakukan Perhitungan Beban Kerja Karyawan dalam Satu
Periode Tertentu
Dengan menghitung beban kerja karyawan dalam kurun
waktu tertentu, dapat mengetahui apakah menutuhkan suatu unit
kerja.
5) Penyempurnaan SOP ( Standard Operating Procedure )
Setelah mendapatkan hasil analisis beban kerja, SOP akan
dioptimalkan.
6) Penyempurnaan Struktur Organisasi
Karyawan yang bekerja di dalamnya dapat bekerja sesuai
kemampuannya.
7) Pengukuran Waktu Kerja dan Melakukan Penentuan
Standar Waktu dalam Menyelesaikan Tugas
Standar penetapan jam kerja tentunya akan disesuaikan
dengan kemampuan karyawan.
8) Penentuan Jumlah Kebutuhan Pelatihan Bagi Karyawan
Dengan bantuan analisis beban kerja, perusahaan akan
mengetahui kebutuhan karyawan yang ditentukan.
e. Perhitungan Beban Kerja
Perhitungan Persiapan pekerjaan menurut Koesomowidjojo
Suci R Mar’ih, (2017:101) yang terkait dengan kebutuhan karyawan
dapat mencakup tanggung jawab utama dan fungsi karyawan dalam
organisasi, analisis dan penggantian karyawan, peta permintaan
karyawan, dan analisis beban kerja karyawan.
1) Tahap Persiapan
Dalam hal ini, analisis beban kerja adalah ahli sumber daya
manusia, yang dapat berasal dari dalam organisasi, sebaliknya
konsultan sumber daya manusia yang akan menentukan :
a) Struktur organisasi dan alur kerja setiap organisasi.
b) Frekuensi dan satuan kerja yang muncul di masing-masing
satuan kerja.
c) Jumlah dan komposisi pekerjaan dalam organisasi.
d) Jumlah karyawan dan kemampuan karyawan di setiap unit
organisasi.
2) Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini, tim analis yang bekerja sama dengan masing-
masing unit kerja telah mengumpulkan dsta kepegawaian, seperti
jumlah hari kerja, uraian tugas pegawai dimasing-masing satuan
kerja, kemampuan kerja, hari libur dan libur nasional, Pendidikan
pegawai, pelatihan dan kemampuan serta waktu kerja dan absen
masing-masing karyawan.
3) Tahap Penetapan
Pada tahap ini ahli SDM yang akan bertindak sebagai analisis
SDM akan ditentukan berdasarkan hasil perhitungan dan data yang
dikumpulkan antara lain :
a) Tingkat efesiensi dan efektivitas masning-masing jabatan dan
masing-masing unit.
b) Waktu standar untuk penyelesaian pekerjaan.
c) Jumlah karyawan yang dibutuhkan oleh unit kerja atau jabatan.
