Menurut Kertajaya (2004) ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen dalam proses perilaku pembelian.
Berdasarkan konteks pria metroseksual maka berikut ini adalah
penjabarannya, yaitu
1. Kelas sosial atau divisi masyarakat yang relative permanen dan teratur
dengan para anggotanya yang menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku
yang serupa dan diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan, pendapatan,
pendidikan, kekayaan dan lain-lain. Dalam hal ini pria metroseksual sudah
seperti kelas sosial baru dalam struktur sosial yang ada dalam masyarakat
modern yang berbasis kapitalis. Oleh karena itu wajar jika mereka memiliki
perilaku konsumtif yang berbeda dan khas dibandingkan dengan yang lain.
2. Peran dan status sosial. Kebanyakan pria metroseksual adalah individu-
individu dengan posisi yang baik, bagus dan “berkelas” dalam masyarakat.
Peran dan status sosial tersebut secara tidak langsung menuntut mereka untuk
memiliki penampilan yang sangat menunjang keberadaan mereka.
3. Pekerjaan pria metroseksual kebanyakan adalah eksekutif muda. Masalah
penampilan jelas terlihat dari pakaian dengan segala atributnya seperti dasi,
sepatu sampai parfum dan sebagainya. Faktor yang relevan dengan sisi
penampilan juga ditambah dengan perawatan tubuh mulai dari salon, spa dan
klub fitnes;
4. Situasi ekonomi pria metroseksual biasanya berasal dari kalangan dengan
penghasilan ekonomi yang besar. Oleh karena itu besarnya materi yang
dikeluarkan untuk menunjang perilaku konsumtif yang mereka lakukan
bukan menjadi masalah.
5. Gaya hidup. Gaya hidup pria metroseksual jelas berbeda dibandingkan pria
kebanyakan. Mereka biasa melakukan pleasure shopping dibandingkan
purpose shopping, mereka biasa berinteraksi dari café ke café (social
butterflies) yang jelas tidak mungkin hanya menghabiskan biasa yang sedikit
dan masih banyak gaya hidup lainnya.
Gabungan antara motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan dan sikap dari
pria metroseksual itu sendiri. Semua hal ini dipengaruhi iklan, pergaulan, keadaan
dan suasana lingkungan kerja, respon klien, konsumsi dunia hiburan dan masih
banyak hal lain. Gabungan faktor-faktor ini semakin memperjelas betapa pria
metroseksual benar-benar target market yang potensial untuk dibidik
