Budaya Patriarki dalam Iklan

Realitas dalam iklan kecap ABC merupakan sebuah hasil konstruksi
beberapa pihak. Realitas dalam iklan ini umumnya mengacu pada kondisi sosial
yang ada di masyarakat. Pada iklan kecap ABC suami sejati mau masak, terima
kasih kecap abc ini, terdapat realitas masyarakat pekerja perkotaan. Di mana laki-
laki serta perempuan saling berpartisipasi pada peran produktif. Pada masyarakat
inilah, ranah gender dibedakan secara tegas antara ranah publik yang produktif dan
ranah domestik yang reproduktif (azisah, 2016:10).
Munculnya masyarakat pekerja perkotaan ini bersamaan dengan
modernisasi dan industrialisasi yang menciptakan daerah perkotaan dengan
berbagai produktifitasnya berbasis pada gaji atau upah. Pada masyarakat ini
memunculkan bentuk budaya baru yang bersifat modern dengan mulai
meninggalkan atau melonggarkan budaya patriarki (Azisah, 2016:10). Awal
mulanya budaya patriarki mengkotak-kotakkan identitas laki-laki serta perempuan.
Misalnya, suami sebagai pencari nafkah utama beridentitas rasional, maskulin dan
publik. Sedangkan istri sebagai sosok ibu rumah tangga beridentitas emosional,
feminin dan domestik (Kiranantika, 2016). Namun pada masyarakat pekerja
perkotaan, budaya patriarki mulai mengalami pelonggaran yang mengikuti
perubahan sosial yang ada di masyarakat. Dengan terbukanya akses pendidikan
yang sama antara laki-laki dan perempuan, menjadikan pihak perempuan juga dapat
berperan pada sektor publik (bekerja).
Budaya patriarkis pada realitas iklan kecap ABC masih memengaruhi
pembagian peran antara gender laki-laki dan perempuan. Meski laki-laki serta
perempuan saling berpartisipasi pada peran publik (bekerja), dalam iklan kecap abc
ini terdapat pembagian peran yang tidak setara, sehingga menyebabkan salah satu
jenis kelamin menanggung beban peran ganda. Hal ini terjadi disebabkan suami dan
istri sama-sama bekerja pada sektor publik, akan tetapi pada sektor domestik
pekerjaan ini tidak dijalankan sama-sama. Hal ini terjadi disebabkan suami dan istri
sama-sama bekerja pada sektor publik, akan tetapi pada sektor domestik pekerjaan
ini tidak dijalankan sama-sama. Perempuan (Bunda) dalam iklan ini menjalani
pekerjaan ganda meliputi publik (bekerja) dan domestik (memasak, bangun pagi).
Hal tersebut menempatkan, tugas domestik sebagai peran atau pekerjaan statis pada
istri