Kualitas Audit

Dalam diri seorang auditor dituntut untuk menjaga kualitas
audit. Untuk memperoleh kepercayaan dari klien dalam
mengaudit laporan keuangan perusahaan, seorang auditor dituntut
independen. Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan
diperiksa auditor untuk mendapatkan bukti sejauh mana
kebenaran, kewajaran, atau kesesuaiannya dengan bukti yang
dimiliki oleh perusahaan. Fungsi audit disini didasarkan pada
kehati-hatian terhadap kemungkinan laporan yang disajikan oleh
perusahaan mengandung informasi yang tidak benar yang dapat
merugikan pihak lain yang tidak memiliki kemampuan akses
terhadap sumber informasi. Kualitas audit umumnya didefinisikan
sebagai suatu kemungkinan yang dilakukan auditor baik saat
mendeteksi salah saji material maupun saat melaporkan salah saji
material. Menurut (Mulyadi, 2002), secara umum audit adalah
suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi
bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian
ekonomi, dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian antara
pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan .
Kualitas audit didefinisikan sebagai probabilitas gabungan
dari kemampuan seorang audit untuk menentukan suatu
pelanggaran dalam pelaporan keuangan klien dan melaporkan
pelanggaran tersebut (DeAngelo, 1981). Karena kualitas audit
sulit untuk diobservasi , maka studi kualitas audit lebih banyak
menarik kesimpulan penelitian berdasarkan ukuran dari kualitas
laba.
American Accounting Association (AAA) menyatakan
bahwa:
Good quality audits require both competence and
independence. These quality have direct effects on actuali audit
quality, as well as potential interactive effects. In addition,
financial statement users perception of audit quality are a fuction
of their perceptions of both auditor independence and expertise
(AAA Financial Accounting Standart Committee, 2000).