Hubungan antara Audit Fee dengan Kualitas Audit

 

Pada suatu perusahaan yang rasional, seorang manajer tersebut tidak

akan memilih auditor dengan kualitas audit yang tinggi serta audit fee

yang tinggi ketika, kondisi keuangan perusahaan tersebut sedang tidak

baik. Hal tersebut terjadi dengan adanya anggapan auditor yang

memiliki kualitas audit yang tinggi dapat mendeteksi salah saji material

pada kondisi perusahaan yang kurang baik lalu menyampaikannya

kepada pengguna laporan keuangan. Pada penelitian Fitriany, et al

(2013) menunjukkan hasil bahwa ketika auditor mendapatkan fee yang

rendah menyebabkan auditor memberikan peluang bagi manajemen

dalam melakukan manajemen laba sehingga laporan keuangan menjadi

bias, hal tersebut menunjukkan ketika audit fee yang rendah mengurangi

independensi auditor yang menyebabkan kualitas audit juga berkurang.

Sehingga, ketika auditor diberikan audit fee yang tinggi akan

memunculkan keinginan auditor untuk memberikan hasil kualitas audit

yang baik dan meningkatkan kualitas auditnya.

Audit fee yang didapat oleh akuntan publik dari kliennya

merupakan sebagian besar dari total pendapatan kantor akuntan publik

tersebut atau bisa jadi hanya sebagian kecil dari pendapatan kantor

akuntan publik. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh beberapa peneliti

dan mendapatkan hasil audit fee memiliki pengaruh positif terhadap

kualitas audit. Sebut saja penelitian yang dilakukan oleh Yuniarti

(2011), Kurniasih dan Rohman (2014), serta Pratistha dan Widhiyani

(2014) membuktikan audit fee berpengaruh positif terhadap kualitas

audit. Apabila audit fee tinggi akan berpengaruh terhadap auditor dalam

meningkatkan kualitas auditnya. Audit fee yang diberikan selama satu

tahun serta estimasi biaya operasional yang dibutuhkan selama

pelaksanaan proses audit dapat meningkatkan kualitas audit yang

dihasilkan