Berdasarkan buku Panduan Kader Bina Keluarga Balita (BKKBN, 2008:5)
kader Bina Keluarga Balita mempunyai peran sangat menentukan dalam kegiatan
BKB, yaitu :
1. Menyusun jadwal kegiatan Jadwal kegiatan disepakati bersama
anggota kelompok BKB dan pengelola menyangkut : waktu, tempat
dan materi pertemuan.
2. Menyelenggarakan pertemuan Sesuai jadwal kegiatan yang telah
disepakati, maka kader menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua
yang mempunyai anak balita. Untuk kelancaran penyelenggaraan
pertemuan tersebut langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah : –
Melakukan koordinasi dengan petugas lapangan dan kader lainnya –
Mempersiapkan tempat pertemuan dan undangan
3. Menjadi fasilitator dalam pertemuan dan diluar pertemuan Di dalam
pertemuan, selain sebagai fasilitator (orang yang memberikan
penyuluhan), kader dapat pula bertindak sebagai penghubung tokoh
masyarakat, tokoh agama, petugas/tenaga profesional dari sektor
terkait yang akan menjadi pembicara atau narasumber.
Diluar pertemuan kader melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui
permasalahan yang mungkin ada dalam keluarga tentang pertumbuhan dan
perkembangan anak balita, untuk dicarikan upaya pemecahan masalah atau
mengunjungi keluarga yang mempunyai anak balita yang tidak hadir dalam
pertemuan BKB, selanjutnya dimotivasi untuk hadir dalam pertemuan.
Melakukan rujukan para kader membantu keluarga yang mempunyai
permasalahan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak balita di tempat
rujukan seperti pusat pelayanan kesehatan atau para ahli dibidang perkembangan
anak Pencatatan dan pelaporan , Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan kader
mengikuti pencatatan pelaporan yang ada Selanjutnya hasil pencatatan tersebut
dilaporkan kepada petugas yang membina kelompok BKB.
Dalam penyelenggaraan keberhasilan yang dicapai pasti tidak terlepas dari
faktor-faktor yang mendukung didalamnya. Menurut Kamil (2009:208) ada
beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan pendidikan non formal
meliputi :
a. Pengelolaan dan perencanaan PNF
b. Struktur Organisasi
c. Pemahaman tentang siklus pengelolaan program
d. Kualitas sumber daya
e. Mobilisasi sumber-sumber dan membangun networking
f. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan program
g. Mengembangkan program pembelajaran
Sementara dalam Pendidikan anak usia dini Faktor yang Berperan Penting
dalam keberhasilan penyelenggaraan Program Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) adalah pendidik, pengelola dan peran serta orang tua dan masyarakat
(Depdinkas, 2006 : 17)
Lembaga pendidikan harus menjalin hubungan kerjasama dengan orang
tua peserta didik. Karena orang tua memiliki peranan penting dalam pendidikan
dan kemajuan sekolah hal tersebut karena peserta didik dipengaruhi oleh latar
belakang keluarga seperti sosila ekonomi, ras, etnis dan struktur keluarga. Oleh
karenanya ketika ada parktik di sekolah seperti kegiatan atau program yang sering
dilakukan di sekolah hendaknya mengikutsertakan sebab peran orang tua dapat
menolong dan meningkatkan partisipasinya.
