Pengertian edutainment menurut Sutrisno (2005: 31) kata edutainment
terdiri atas dua kata, yaitu education dan entertainment. Education artinya
pendidikan dan entertainment artinya hiburan edutainment dari segi bahasa
memiliki arti yaitu pendidikan yang menyenangkan. Sedangkan dari segi
terminologi, edutainment as a form of entertainment that is designed to be
educational yang artinya adalah edutainment sebagai bentuk hiburan yang
dirancang untuk mendidik. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa edutainment
merupakan terobosan dalam metode pendidikan yang dikemas secara
menyenangkan namun tidak meninggalkan konsep pendidikan itu sendiri.
Edutainment didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang didesain dengan
memadukan antara muatan pendidikan dan hiburan secara harmonis sehingga
aktivitas pembelajaran berlangsung menyenangkan (Hamruni, 2009: 50).
Pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menciptakan suasana
yang ceria, memberikan humor-humor yang berkaitan dengan materi yang sedang
dipelajari, menggunakan metode yang bervariasi seperti metode bermain peran,
demonstrasi, eksperimen, dan lain sebagainya. Guru memberikan materi
pembelajaran melalui permainan, acara televisi, siaran radio, dan lain sebagainya.
Edutainment memasukan berbagai pelajaran dalam bentuk hiburan yang sudah
akrab dengan anak seperti permainan, film, musik, perangkat komputer, video
games, perangkat multimedia dan sebagainya. Konsep belajar edutainment mulai
diperkenalkan secara formal pada tahun 1980-an dan telah menjadi satu metode
pembelajaran yang sukses dan membawa pengaruh yang luar biasa pada bidang
pendidikan dan pelatihan di era milenium ini (Hamruni, 2009:50).
Belajar yang menyenangkan, menurut konsep edutainment dilakukan
dengan menyelipkan humor dan permainan (game) ke dalam proses pembelajaran
tetapi bisa juga dengan cara yang lain, misalnya dengan menggunakan metode
bermain peran (roleplay), demonstrasi dan multimedia seperti penayangan video
interaktif Suyadi (2010: 223). Tujuan konsep edutainment adalah agar pembelajar
(anak) bisa mengikuti dan mengalami proses pembelajaran dalam suasana yang
gembira, menyenangkan, menghibur dan mencerdaskan. Konsep edutainment
membuat anak-anak merasa tidak sedang belajar, tetapi sedang melakukan
kegiatan yang menyenangkan dan tetap mendapatkan suatu pembelajaran. Dalam
konsep pembelajaran edutainment, menurut Deporter 2002 (dalam Moh. Sholeh
hamid, 2011: 87) terdapat pendekatan belajar yaitu Somatik, Auditori, Visual dan
Intelektual atau lebih dikenal dengan istilah SAVI. Ke empat cara belajar ini harus
ada agar berlangsung optimal. Karena unsur-unsur ini semuanya terpadu, belajar
yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara simultan.
Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI, yaitu:
a) Cara Belajar Somatic
Somatic berasal dari bahasa Yunani yang berarti tubuh (soma).
Jadi, belajar somatic berarti belajar dengan menggunakan indra peraba,
yang melibatkan fisik serta menggerakkan tubuh sewaktu belajar. Atau
dikenal dengan istilah Kinesthetic (gerakan). Pembelajaran edutainment
menerapkan cara belajar somatic melalui permainan-permainan yang
melibatkan motorik halus dan motorik kasar anak. Contohnya permainan
menyusun lego, membentuk dengan play dough, permainan bintang
beralih, bermain naik turun tangga, meniti papan titian, dan lain
sebagainya.
b) Cara Belajar Auditori
Auditori adalah belajar berbicara dan mendengarkan. Jadi belajar
auditif adalah cara belajar yang menekankan pada aspek pendengaran.
Anak akan cepat belajar jika materi yang disampaikan dengan lisan atau
alat yang dapat didengar. Dalam merancang pelajaran yang menarik bagi
seluruh auditori yang kuat dalam diri anak, maka mencari cara untuk
mengajak anak membicarakan apa yang sedang dipelajari.
c) Cara Belajar Visual
Visual diartikan belajar dengan mengamati dan menggambarkan.
Cara belajar anak adalah cara belajar yang menekankan pada aspek
penglihatan. anak cepat menangkap materi pelajaran jika disampaikan
dengan tulisan atau melalui gambar. Ketajaman visual sangat kuat dalam
diri setiap orang, alasannya bahwa di dalam otak terdapat lebih banyak
perangkat untuk memproses informasi visual dari pada semua indera yang
lain.
d) Cara belajar intelektual
Kata intelektual menunjukkan apa yang dilakukan pembelajaran
dalam pikiran mereka secara internal ketika menggunakan kecerdasan
untuk merenungkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna,
rencana dan nilai dari pengalaman tersebut. Intelektual adalah bagian diri
yang merenung, mencipta, memecahkan masalah dan membangun diri.
Intelektual juga disebut dengan “Learning By Program And Reflecting”
maksudnya yaitu belajar dengan pemecahan masalah. Jadi cara belajar
intelektual adalah cara belajar yang lebih menekankan pada aspek
penalaran atau logika. Dan peserta didik akan cepat menangkap materi jika
pembelajaran dirancang dengan menekankan pada aspek mencari solusi
pemecahan.
