Bermain dan Belajar Anak Usia Dini

Bagi anak Taman kanak-kanak belajar adalah bermain dan bermain adalah
belajar (Moeslichatoen, 2012: 25). Pendidikan anak usia dini lebih menekankan
pada kegiatan bermain sambil belajar yang mengandung arti bahwa setiap
kegiatan pembelajaran harus menyenangkan, gembira, aktif, dan demokratis.
Konsep bermain sambil belajar ini memberikan arah bahwa dalam melaksanakan
pembelajaran perlu dan penting untuk memperhatikan bahwa kegiatan harus
dibuat sedemikian rupa agar anak tertarik, berperan aktif dan tidak terbebani
sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan mencapai tujuan pembelajaran.
Kegiatan bermain mendorong anak memperoleh banyak konsep dasar dan
pengetahuan seperti konsep dasar seperti warna, ukuran, bentuk, dan arah yang
merupakan dasar belajar membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan lainnya,
oleh karena itu metode bermain merupakan metode yang memiliki banyak
manfaat.
Terdapat lima kriteria bermain (Moeslichatoen, 2012: 31) yaitu motivasi
instrinsik, pengaruh positif, bersifat pura-pura, lebih menekankan pada cara
daripada tujuan, serta kelenturan. Suatu aktivitas dikatakan bermain apabila
aktivitas tersebut muncul dari dalam diri anak (motivasi instrinsik) sehingga tidak
ada pihak luar yang dapat memberikan tekanan atau paksaan, memiliki pengaruh
positif, bersifat pura-pura dan menekankan pada cara daripada tujuan serta
memiliki kelenturan yaitu kegiatan tersebut bersifat fleksibel, dan aturan yang
ada dibuat sendiri oleh para pemainnya.
Penelitian ini menggunakan metode permainan karena merujuk pada kriteria
bermain bahwa suatu aktivitas dapat dikatakan bermain apabila memiliki
pengaruh yang positif yaitu merupakan aktivitas atau tingkah laku yang
menyenangkan atau menggembirakan untuk dilakukan, sehingga memiliki efek
atau pengaruh positif terhadap orang yang melakukannya. Bermain dapat
meningkatkan daya ingat anak karena aktifitas ini menarik dan menyenangkan,
Oleh karena itu apabila pembelajaran menggunakan metode bermain maka akan
dapat efektif untuk mengembangkan potensi anak tidak terkecuali kemampuan
berbahasa anak, yaitu misalnya melalui metode permainan kartu huruf.
Bermain merupakan proses aktivitas fisik dan psikis anak untuk mencari dan
mendapatkan kesenangan yang bebas dari aturan dan ketentuan yang ketat
(Harun Rasyid, 2009: 78). Aktivitas bermain ini memiliki karakteristik tertentu.
Karakteristik bermain pada anak usia dini menurut Sofia Hartati (2011: 91)
adalah:
a) bermain dilakukan dengan sukarela, tanpa paksaan;
b) bermain merupakan kegiatan untuk dinikmati selalu menyenangkan
mengasyikkan dan menggairahkan;
c) bermain dilakukan tanpa “iming-iming” apapun, kegiatan bermain itu sendiri
sudah menyenangkan;
d) bermain,lebih mengutamakan aktivitas daripada tujuan;
e) bermain menuntut partisipasi aktif, baik secara fisik maupun secara psikis;
f) bermain itu bebas;
g) bermain itu sifatnya spontan;
h) makna dan kesenangan bermain sepenuhnya ditentukan si pelaku.
Karakteristik bermain pada anak usia dini yang merujuk pada pendapat di
atas dapat kita lihat bahwa bermain merupakan aktivitas yang dilakukan secara
sukarela, bebas, spontan yang menimbulkan rasa kesenangan dan kepuasan bagi
pemainnya, sehingga bermain ini tidak memiliki batasan/aturan yang mengikat.
Harun Rasyid (2009: 86) menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik bermain
yaitu dilakukan berdasarkan motivasi instrinsik, diwarnai emosi yang positif,
fleksibel, menekankan pada proses, bebas memilih dan mempunyai kualitas purapura. Sehingga melalui bermain ini anak dapat mengekpresikan ide dan
gagasannya dalam aktivitas yang menyenangkan.
Bermain sebagai metode memiliki karakteristik tertentu yang muncul dari
masing- masing individu sebagai pemainnya, bersifat fleksibel, lebih
menekankan pada proses. Pelaksanaan pembelajaran untuk anak usia dini lebih
ditekankan pada aktivitas bermain, sehingga aktivitas bermain dibuat sedemikian
rupa agar dapat memberikan efek terhadap perkembangan anak, tanpa harus
memberikan tekanan yang justru akan menghambat perkembangan anak.