Menurut Munawir (2010:80) rasio perputaran modal kerja menunjukkan
hubungan antara modal kerja dengan penjualan. Faktor modal kerja
mempengaruhi tinggi rendahnya profitabilitas. Perputaran modal kerja mengukur
efektifitas penggunaan aktiva lancar untuk menghasilkan penjualan. Perputaran
modal kerja diukur dengan Working Capital Turn Over Ratio yang berdasarkan
perbandingan penjualan yang dihasilkan dengan aktiva lancar. Semakin tinggi
rasio perputaran modal kerja maka semakin baik kinerja suatu perusahaan dimana
persentase modal kerja yang ada mampu menghasilkan penjualan dengan jumlah
tertentu. Semakin besar rasio ini menunjukkan efektifnya pemanfaatan modal
kerja yang tersedia dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Menurut Kasmir (2013:182) perputaran modal kerja atau working capital
turn over merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan
modal kerja perusahaan selama periode teretentu. Artinya seberapa banyak modal
kerja berputar selama suatu periode atau dalam suatu periode
