Konsep Modal Kerja

Perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai
operasinya sehari-hari, misalkan untuk memberikan uang muka pembelian bahan
mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai dan lain sebagainya, di mana uang
atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk
dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Uang yang masuk berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan
lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Maka dana tersebut akan terus-menerus
berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan. Menurut Riyanto
(2013:57) ada beberapa konsep modal kerja, diantaranya sebagai berikut:
1. Konsep kuantitatif
Kuantitas dari dana yang terdapat pada unsur aktiva lancar yang hanya
sekali berputar merupakan dasar pada konsep ini. Pada konsep kuantitatif
ini modal kerja hanya terdiri dari aktiva lancar. Pada konsep ini modal
kerja disebut modal kerja bruto (gross working capital).
2. Konsep kualitatif
Pada konsep kualitatif ini modal kerja tidak hanya terdiri dari aktiva lancar
saja seperti pada konsep kuantitatif, tetapi juga terdapat unsur utang lancar.
Perusahaan dapat menjaga likuiditasnya dengan menyediakan aktiva
lancar yang akan digunakan untuk memenuhi kewajiban finansial. Pada
konsep ini modal kerja disebut modal kerja bersih (net working capital).
3. Konsep fungsionil
Fungsi dana yang ada dalam menghasilkan pendapatan (income) pada
perusahaan adalah dasar pada konsep ini. Pada konsep ini terdapat dana
yang menghasilkan pendapatan pada periode tersebut (current income) dan
dana untuk menghasilkan pendapatan pada periode yang akan datang
(future income).