Keterlibatan kerja adalah kepuasan dan ketidakpuasan dalam pekerjaan
sebagai reaksi emosional yang komplek terhadap sesuatu pekerjaan. Menurut
Septiadi, Sintaasih, dan Wibawa (2017) Keterlibatan kerja berarti bahwa
karyawan berempati dengan pekerjaan mereka, berpartisifasi aktif di dalamnya,
dan melihat prestasi mereka lebih berharga untuk kesejahteraan mereka
Menurut Kaswan (2015: 102) Keterlibatan di tempat kerja adalah
keterlibatan mental dan emosional, bukan hanya aktivitas otot karyawan, yaitu
keterlibatan keseluruhan seseorang.
Sharagay dan Ahearon dalam Y. Yakup (2017) Menyatakan bahwa
hubungan antara pekerjaan dan keterlibatan pribadi sangat dalam dan kompleks,
dan keduanya berkontribusi untuk mencapai nilai pekerjaan, yang merupakan
sumber pendapatan.
Putro, Praweswari dan Qomariyah (2020) keterlibatan kerja menjadikan
pekerjaan sebagai inti dari kehidupan seseorang dan menggunakan sebagaian
besar waktu dan energi untuk bekerja.
Keterlibatan kerja karyawan dalam pekerjaan memiliki dampak yang
signifikan bagi organisasi. Keterlibatan kerja yang tinggi dapat berdampak kuat
pada suatu organisasi, yang juga dapat berdampak pada keberhasilan pencapaian
tujuan organisasi Rismayanti, Musadiq dan Aini (2018).
