Karakteristik kepribadian lain di lingkungan kerja

Selain dari lima karakteristik tersebut, masih ada beberapa karakteristik
kepribadian yang mempunyai perilaku di dalam organisasi diantaranya :
1. Locus of control
Adalah sejauh mana orang percaya bahwa perilaku mereka memiliki dampak riil
terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. Misalnya, sejumlah orang yakin
bahwa jika bekerja keras akan meraih sukses. Mereka juga yakin bahwa individu
yang tidak meraih sukses disebabkan tidak memiliki kemampuan atau motivasi.
Individu yang yakin mereka memiliki kendali penuh atas hidup dikatakan
mempunyai internal locus of control, individu lain mungkin berpikir bahwa takdir,
kesempatan, keberuntungan, atau perilaku orang lain yang menentukan apa yang
terjadi atas mereka.
2. Self efficacy
Adalah karakteristik kepribadian yang masih terkait tetapi agak berbeda. Self
efficacy adalah keyakinan seseorang pada kapabilitasnya untuk melakukan suatu
tugas. Individu yang memiliki self efficacy tinggi percaya bisa melakukan tugas
spesifik dengan baik, sementara individu yang memiliki self efficacy rendah
cenderung meragukan kemampuan diri sendiri melakukan suatu tugas spesifik.
3. Otoritarianisme
Yaitu sejauh mana seseorang percaya bahwa perbedaan kekuasaan dan status
berpengaruh pada hierarki sistem sosial seperti organisasi.
4. Machiavellianisme
Adalah karakteristik kepribadian yang dinamakan sesuai nama Noccolo
Machiavelli, seorang penulis dari abad ke-16. Dalam bukunya yang bejudul The
Princ, Machiavelli menjelaskan bagaimana kebangsawanan bisa dengan mudah
mendapatkan dan menggunakan kekuasaan.
5. Self esteem
Adalah sejauh mana seseorang menyakini bahwa dia adalah individu yang
berharga dan berhak memperoleh pencapain. Seseorang yang memiliki self
esteem tinggi akan mencari pekerjaan yang berstatus lebih tinggi, lebih percaya
pada kemampuannya meraih tingkat kinerja lebih tinggi dan menikmati kepuasan
batin yang lebih tinggi dari suatu pencapayan.
6. Risk propencity
Adalah sejauh mana seorang individu bersedia mengambil resiko dan membuat
keputusan resiko. Seorang manajer yang memiliki risk propencity tinggi ,
cenderung lebih mau bereksperimen dengan ide-ide baru dan mengambil resiko
dengan produk-produk baru. Dia juga akan membawa organisasi kearah baru yang
berbeda .