Jenis-jenis Kebutuhan

Setiap manusia mempunyai needs (kebutuhan, dorongan) yang
pemunculannya sangat tergantung padari kepentingan individu. Kebutuhan
manusia tersebut dari yang bersifat mendasar sampai ke yang tinggi. Dimana
seorang individu terlebih dahulu akan memenuhi kebutuhan mendasar bagi
kelangsungan hidupnya. Hal tersebut yang mendorong beberapa ahli untuk
mengidentifikansi jenis serta tingkatan kebutuhan manusia, antara lain adalah:
Kebutuhan-kebutuhan manusia menurut Maslow dapat digolongkan dalam
lima tingkatan (need hierarchy theory) yaitu sebagai berikut (As’ad, 2004:49):
a. Phsyiological needs (kebutuhan yang bersifat biologis)
Phsyiological needs atau kebutuhan yang bersifat biologis merupakan
kebutuhan yang bersifat biologis misalnya adalah sandang, pangan dan
tempat berlindung, sex dan kesejahteraan individu. Kebutuhan ini
merupakan kebutuhan yang amat primer, karena kebutuhan ini telah ada
dan terasa sejak manusia dilahirkan ke bumi ini.
b. Safety needs (kebutuhan rasa aman)
Safety needs atau kebutuhan rasa aman akan rasa aman dikaitkan
kebutuhan akan keamanan jiwanya sewaktu bekerja. Selain itu juga
perasaan aman akan harta yang ditinggalkan sewaktu mereka bekerja.
Perasaan aman juga menyangkut masa depan karyawan.
c. Social needs (kebutuhan-kebutuhan sosial)
Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial, sehingga mereka
mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial antara lain adalah: Kebutuhan
akan perasaan diterima di oleh orang lain dimana ia hidup dan bekerja;
Kebutuhan akan perasaan dihormati, karena setiap manusia merasa dirinya
penting; Kebutuhan untuk bisa berprestasi; Kebutuhan untuk ikut serta
(sense or participation).
d. Esteem needs (kebutuhan akan harga diri)
Situasi yang ideal ialah apabila prestise itu timbul akan prestasi. Akan
tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian halnya. Dalam hal ini
semakin tinggi kedudukan seseorang maka semakin banyak hal yang
digunakan sebagai simbol status sosialnya itu.
e. Self actualization (ingin berbuat yang lebih baik).
Pada dasarnya manusia memiliki sikap positif. Salah satu bentuk sikap
positif tersebut adalah keinginan untuk berbuat lebih daik dari sebelumnya.
Oleh sebab itu pada masa-masa yang akan datang, seorang karyawan
menginginkan untuk dapat memperoleh atau memberikan sesuatu yang
lebih baik dari apa yang telah ia dapatkan atau berikan.
Menurut Mc Clelland (1974) seperti dikutip As’ad (2004:52) timbulnya
tingkah laku karena dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam diri
manusia. Dalam konsepnya mengenai motivasi, dalam diri individu terdapat tiga
kebutuhan pokok yang mendorong tingkah lakunya, konsep motivasi ini lebih
dikenal dengan “Social Motives Theory”. Adapun kebutuhan yang dimaksudkan
menurut teori motif sosial ini, adalah:
a. Need for achievement
Need for achievement merupakan kebutuhan untuk mencapai sukses,
yang diukur berdasarkan standar kesempurnaan dalam diri seseorang.
b. Need for affiliation
Need for affiliation merupakan kebutuhan akan kehangatan dan
sokongan dalam hubungannya dengan orang lain.
c. Need for power
Need for power merupakan kebutuhan untuk menguasai dan
memperngaruhi terhadap orang lain.