Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan termasuk salah satu hal yang
penting untuk diperhatikan. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan
proses produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai
pengaruh langsung terhadap para karyawan yang melaksanakan proses produksi
tersebut. Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat
meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan
dapat menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan.
Menurut Lewa dan Subowo (2009:75):
“Lingkungan kerja didesain sedemikian rupa agar dapat tercipta hubungan
kerja yang mengikat pekerja dengan lingkungannya. Lingkungan kerja
yang baik yaitu apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara
optimal, sehat, aman dan nyaman. Lingkungan kerja yang kurang baik
dapat menuntut tenaga kerja serta waktu yang lebih banyak dan tidak
mendukung diperolehnya rencangan sistem kerja yang efisien”.
Alex (2009:183) mendefinisikan lingkungan kerja sebagai berikut :
“Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang
dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan”.
Menurut Sedarmayati (2009:21) definisi lingkungan kerja adalah sebagai
berikut : “Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang
dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya,
serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok”.
Menurut Schultz & Schultz yang dialihbahasakan oleh Kuntjojo, (2010:
135):
“lingkungan kerja diartikan sebagai suatu kondisi yang berkaitan dengan
ciri-ciri tempat bekerja terhadap perilaku dan sikap pegawai dimana hal
tersebut berhubungan dengan terjadinya perubahan-perubahan psikologis
karena hal-hal yang dialami dalam pekerjaannya atau dal am keadaan
tertentu yang harus terus diperhatikan oleh organisasi yang mencakup
kebosanan kerja, pekerjaan yang monoton dan kelelahan”.
