Teori stakeholder menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya entitas yang
beroperasi untuk kepentingan sendiri tapi harus memberikan manfaat bagi
stakeholder (pemegang saham, supplier, kreditor, konsumen, pemerintah,
masyarakat, analis dan pihak yang lain). Dengan demikian, keberadaan suatu
perusahaan sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder
kepada perusahaan tersebut (Ghozali dan Chariri, 2007).
Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada dukungan dari
stakeholder dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan
adalah mencari dukungan stakeholder tersebut. Semakin kuat stakeholder maka
semakin besar usaha perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkapan sosial dianggap
sebagai bagian dari bentuk komunikasi antara perusahaan dengan stakeholdernya.
(Gray, Kouhy dan Lavers, 1995 dalam Ghozali dan Chariri ,2007)
Deegan dan Unerman (2011) berpendapat bahwa para stakeholder
mempunyai pandangan yang berbeda mengenai bagaimana sebuah organisasi
sebaiknya beroperasi, berbagai kontrak sosial akan “dinegosiasikan” dengan
kelompok stakeholder yang memiliki kepentingan yang berbeda
