Wahjosumidjo (2006), menyatakan ada delapan sasaranyang dapat dicapai bila karyawan diberi motivasi, yaitu :
- mengubah perilaku karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan,
- meningkatkan gairah dan semangat kerja,
- meningkatkan disiplin kerja
- meningkatkan prestasi kerja,
- mempertinggi moral kerja karyawan
- meningkatkan rasa tanggung jawab
- meningkatkan produktivitas dan efisiensi,
- menumbuhkan loyalitas karyawan pada perusahaan.
Murray dalam Mangkunegara (2001), menyatakan bahwa pengukuran motivasi kerja dilakukan dengan melihat karakter orang sebagai berikut :
- melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya,
- kreatif dan inovatif,
- melakukan sesuatu untuk mencapai kesuksesan,
- menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan,
- selalu mencari sesuatu yang baru,
- berkeinginan menjadi orang terkenal atau menguasai bidang tertentu,
- melakukan pekerjaan yang sukar dengan hasil yang memuaskan,
- inisiatif kerja tinggi,
- melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.
Robbins dalam Sayuti (2006), menyebutkan bahwa pengukuran motivasi kerja dapat dilakukan dengan melihat pada beberapa aspek antara lain sebagai berikut :
- mempunyai sifat agresif,
- kreatif dalam melaksanakan pekerjaan,
- mutu pekerjaan meningkat dari hari ke hari,
- mematuhi jam kerja,
- tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan kemampuan,
- inisiatif kerja yang tinggi dapat mendorong prestasi kerja,
- kesetiaan dan kejujuran,
- terjalin hubungan kerja antara karyawan dengan pimpinan,
- tercapainya tujuan perorangan dan tujuan organisasi,
- menghasilkan informasi yang akurat dan tepat.
