Pengukuran Motivasi

Wahjosumidjo (2006), menyatakan ada delapan sasaranyang dapat dicapai bila karyawan diberi motivasi, yaitu :

  1. mengubah perilaku karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan,
  2. meningkatkan gairah dan semangat kerja,
  3. meningkatkan disiplin kerja
  4. meningkatkan prestasi kerja,
  5. mempertinggi moral kerja karyawan
  6. meningkatkan rasa tanggung jawab
  7. meningkatkan produktivitas dan efisiensi,
  8. menumbuhkan loyalitas karyawan pada perusahaan.

Murray dalam Mangkunegara (2001), menyatakan bahwa pengukuran motivasi kerja dilakukan dengan melihat karakter orang sebagai berikut :

  1. melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya,
  2. kreatif dan inovatif,
  3. melakukan sesuatu untuk mencapai kesuksesan,
  4. menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan,
  5. selalu mencari sesuatu yang baru,
  6. berkeinginan menjadi orang terkenal atau menguasai bidang tertentu,
  7. melakukan pekerjaan yang sukar dengan hasil yang memuaskan,
  8. inisiatif kerja tinggi,
  9. melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.

Robbins dalam Sayuti (2006), menyebutkan bahwa pengukuran motivasi kerja dapat dilakukan dengan melihat pada beberapa aspek antara lain sebagai berikut :

  1. mempunyai sifat agresif,
  2. kreatif dalam melaksanakan pekerjaan,
  3. mutu pekerjaan meningkat dari hari ke hari,
  4. mematuhi jam kerja,
  5. tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan kemampuan,
  6. inisiatif kerja yang tinggi dapat mendorong prestasi kerja,
  7. kesetiaan dan kejujuran,
  8. terjalin hubungan kerja antara karyawan dengan pimpinan,
  9. tercapainya tujuan perorangan dan tujuan organisasi,
  10. menghasilkan informasi yang akurat dan tepat.