a.Motivasi bagi Profesional Tenaga profesional pada umumnya mengharapkan kepuasan intrisik dari pekerjannya. Berbeda dengan dengan tenaga kerja yang tidak profasional, bagi mereka yang profesional sangat kuat dengan komitmen jangka panjang sesuai dengan keahliannya dan loyal terhadap profesinya. Mereka membutuhkan pengembangan pengetahuan agar tetap up to datedan mempunyai jam bekerja delapan jam dengan tambahan lima jam dalam setiap lima hari setiap minggu. Uang dan promosi jabatan merupakan uturan terendah dalam daftar motivasi mereka, tetapi adanya tantangan dalam pekerjaan menjadi perioritas dalam motivasinya.b.Motivasi yang Berbeda-beda bagi Karyawan Motivasi bagi karyawan sangat berbeda-beda, tidak semua karyawan temotivasi karena uang, juga tidak semua karyawan senang ada tantangan dalam pekerjaan. Misal, ada yang membutuhkan wanita bekerja sendirian, menjadi warga yang dihormati, dan sebagainya. Jika ingin memaksimalkan motivasi bagi karyawan, maka manajer harus dapat memahami respons yang berbeda-beda dari setiap karyawan. Kuncinya adalah memotivasi secara fleksibel, antara lain dengan mendesain jadwal kerja, rencana penggajian, manfaat, dan menata peralatan kerja. c.Motivasi bagi Tenaga Kerja dengan Pengetahuan Rendah Bagi tenaga kerja dengan tingkat pengetahuan yang rendah, secara umum yang menjadi prioritas utama adalah apabila mereka memperoleh keterampilan dan membuat iklim kerja seprti keluarga sendiri tidak menggambarkan tingginya pemberhentian (turnover) tenaga kerja yang akan membuat tenaga kerja atau calon tenaga kerja menjadi khawatir atau ketakutan. Penting dilakukan, membuat suatu kognisi bagi tenaga kerja bahwa tempat bekerja meraka merupakan sumber bagi penghidupan bagi mereka dan keluarga. d.Motivasi bagi Tenaga Kerja dengan Pekerjaan yang Berulang-ulang Motivasi tenaga kerja dalam pekerjaan yang berulang-ulang perioritasnya adalah dapat membuat pekerjaan menjadi mudah dan terseleksi secara baik. umumnya, tenaga kerja demikian sangat toleran dan ragu-ragu. Beberapa individu menginginkan penggantian pekerjaan (rolling), Minimal sekali setahun sebagai penambahan kreasi dan variasi pekerjaan. Tenaga kerja demikian ditemukan pada perusahaan manufaktur dengan tingkat standarisasi dan otomatisasi yang tinggi dalam pekerjaan.tanaga kerja mengharapkan ada masa libur kerja minimal beberapa hari dalam setahun , modifikasi tempat kerja diharapkan untuk menghilangkan kebosanan serta menjaga iklim kerja agar tetap kodusif (Tampubolon, 2012:100).
