Menurut Casio (2003), untuk memperbaiki kualitas kehidupan kerja (Quality Work Life) membutuhkan peranan organisasi, dan hal ini merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan karyawan baik fisik maupun psikologis yang terdiri dari beberapa komponen, diantaranya:1.Keterlibatan karyawan (employee participation) Menurut Robbins (2003) keterlibatan kerja adalah derajat dimana individudikenal dari pekerjaannya, berpartisipasi aktif didalamnya dan menganggap prestasi penting untuk harga diri (dalam Angsel & Wijono, 2012).2.Kompensasi yang seimbang (equitable compensation) Gaji bagi karyawan merupakan motivator yang penting karena dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup dan keluarga, apabila terdapat sisa dari gaji tersebut maka akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi, dapat mencapai aktualisasi diri, dan gaji dapat menentukan kedudukan dimasyarakat. (Notoatmojo, 2009). Kompensasi merupakan hak karyawan sebagai hasil kerja keras dan pengabdian mereka (Haryono, 2011). Menurut Milkovich & Newman, kompensasi adalah sesuatu yang bersifat finansial (transaksional) maupun nonfinansional (relasional) (Purnawanto, 2010). Berdasarkan definisi diatas kompensasi merupakan motivator yang dapat berpengaruh besar terhadap produktivitas kerja dan pengabdian karyawan yang dapat bersifat finansial (transaksional) maupun non finansional (relasional).3.Rasa aman terhadap pekerjaan (job security) Seorang karyawan dapat merasakan aman terhadap pekerjaan apabila diberikan suatu jaminan jika terjadi sesuatu, misalnya karyawan yang harus pensiun. Pada umunya karyawan yang pensiun mendapatkan uang pesangon yang jumlahnya telah diatur oleh Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 150 Tahun 2000 yang isinya bahwa pemberian pesangon bagi karyawan yang berhenti bekerja karena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada umunya pesangon akan diberikan oleh perusahaan ketika karyawannya mengalami PHK dengan alasan pengunduran diri atau pensiun.
4.Keselamatan lingkungan kerja (safe environment) Lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja. Oleh karena itu setiap perusahaan atau organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta memnuhi syarat dan standart kerja supaya tidak terjadi kecelakaan pada saat bekerja.5.Rasa Bangga terhadap Institusi (Pride)Definisi kata bangga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perasaan besar hati yang dapat ditunjukkan dengan mengahargai sesuatu. Rasa bangga tehadap institusi bisa diciptakan oleh organisasi kepada karyawannya dengan cara memberikan kesempatan untuk meningkatkan citra positif bagi organisasi dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. 6.Pengembangan Karir (career development) Pada umunya, karir adalah segala bentuk pekerjaan yang dilakukan atau dikerjakan sesorang selama masa kerjanya sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan ideal. Pengembangan karir atau kompetensi ialah pengembangan tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau perilaku yang dimiliki setiap individu dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam organisasi (Ilyas, 2001 dalam Ayuningtyas, dkk, 2008). 7.Fasilitas yang tersedia (Wellness) Menurut Sikula dalam Hasibuan (2005) untuk mempertahankan karyawan, perusahaan memberikan jaminan kesejahteraan dalam bentuk kompensasi atau gaji yang berupa pemberian fasilitas dan pelayanan (Samtica, 2011). 8.Penyelesaian masalah (conflict resolution) Menurut Johnson dalam supratiknya (1995) konflik adalah situasi dimana tindakan salah satu pihak yang dapat mengahalangi, menghambat atau mengganggu tindakan pihak lain (Samtica, 2011).9.Komunikasi (Communication) Komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan (stimulus) untuk mempengaruhi perilaku orang lain dalam bentuk lambang atau simbol bahasa atau gerak (non verbal) (Notoatmojo, 2007).
