Pengertian Investasi (skripsi,tesis,disertasi)

Istilah investasi memiliki beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Teori ekonomi mengartikan investasi sebagai pengeluaran untuk pembelian modal atau barang-barang yang tidak dikonsumsi saat ini namum digunakan untuk kegiatan produksi guna menghasikan barang atau jasa di masa yang akan datang. Investasi dapat disebut juga sebagai penanaman modal. Berikut ini beberapa pengertian investasi menurut para ahli : Menurut Jogiyanto (2010:5) pengertian investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Menurut Tandelilin (2010:2) investasi adalah: “Komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Para investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi tersebut” Menurut Martalena dan Malinda (2011:2) investasi merupakan bentuk penundaan konsumsi masa sekarang untuk memperoleh konsumsi di masa yang 11 akan datang, dimana di dalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut. Sedangkan menurut Bodie (2005:3) At investment is the current commitment of money or other resources in the expectation of reaping future benefits. Dalam bahasa Indonesia artinya adalah, investasi merupakan komitmen penanaman berupa uang dan sumber daya lainnya saat ini dengan pengharapan dapat memperoleh keuntungan di masa depan. Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa investasi adalah kegiatan yang mengorbankan sumber-sumber daya yang terkait di masa kini untuk mendapat keuntungan atau laba di masa yang akan datang. Tidak hanya berharap keuntungan yang besar tetapi investor harus memperhatikan pula risiko-risiko yang menyertai kegiatan investasi ini. Pihak-pihak yang melakukan investasi disebut investor. Investor pada umumnya digolongkan menjadi 2, yaitu : 1. Investor individual, terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi. 2. Investor institusional terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi. Investasi juga mempelajari bagaimana mengelola kesejahteraan investor (investor’s wealth). Kesejahteraan dalam konteks investasi berarti kesejahteraan yang sifatnya moneter bukan kesejahteraan rohaniah. Kesejahteraan moneter bisa 12 ditunjukkan oleh penjumlahan pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai saat ini (present value) pendapatan di masa datang. Dengan demikian dalam pengertian yang lebih luas, kapan saja seseorang memutuskan untuk tidak menghabiskan seluruh penghasilan saat ini, maka ia dihadapkan pada keputusan investasi. Investasi ini digunakan untuk memperbesar uangnya guna konsumsi di masa depan. Maka hal ini dapat diartikan sebagai konsumsi yang ditunda. Dalam investasi ini, investor tidak dapat memastikan hasil yang akurat atas kegiatan yang dilakukannya atau dengan kata lain investor menghadapi risiko dalam investasi tersebut. Tetapi investor dapat memperkirakan keuntungan yang akan didapatkan atas investasinya serta seberapa besar penyimpangan yang terjadi dibandingkan dengan keuntungan yang diharapkan