Kata motivasi berasal dari bahasa Latin“movere”yang berarti to move(untuk bergerak). Motivasi merupakan seperangkat alasan dalam melakukan tindakan tertentu. Menurut Wukir (2013:115) Motivasi dapat didefinisikansebagai proses yang menjelaskanintensitas, arah dan ketakutanseseorang dalam berusaha mencapai tujuannya.Motivasi adalah kebutuhan yang cukup mampu mendorong seseorang bertindak. Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapakebutuhan bersifat biogenic(kebutuhan muncul dari tekanan biologis, sepertilapar, haus, tidak nyaman). Kebutuhan yang bersifat psychogenic(kebutuhan muncul dari tekanan psikologis, seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok).
Kebutuhan akan menjadi motif jika didoronghingga mencapai level intensitas yang memadai (Kotler dan Keller, 2012:226)Sedangkan menurut pakar lain Motivasi adalah suatu dorongan kebutuhan atau keinginan individu yang diarahkan pada tujuan untuk memperoleh kepuasan (Sunyoto 2013:73). Motivasi yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Jadi, motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu yang dapat kita saksikan. Tiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang gitu didorong oleh sesuatu kekuatan dari dalam diri orang tersebut; kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi. Oleh sebab itu kita dapat mengetahui bahwa sebenarnya perilaku konsumen itu dimulai dengan adanya suatu motivasi.Semua individu mempunyai kebutuhan, hasrat, dan keinginan. Dorongan bawah sadar individu untuk mengurangi tekanan yang ditimbulkan oleh kebutuhan menghasilkan perilaku yang diharapkannya akan memenuhi kebutuhan sehingga akan menimbulkan keadaan yang lebih menyenangkan dalam dirinya. istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Motivasitidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu(Sadirman, 2011:175)
