Influencer Marketing (skripsi, tesis, dan disertasi)

Influencer MarketingDewasa ini, pertumbuhan media sosial yang semakin meningkat membuat pentingnya pemimpin opini juga ikut meningkat. Hal ini dikarenakan semakin banyak konsumen yang mencari pendapat dari rekan/teman/pendapat orang lain untuk membuat keputusan pembelian(Audzeret et al., 2018). Dalam dunia media sosial, terdapat sebuah cara yang dapat membantu memimpin opini terhadap suatu produk/merek yang biasa disebut dengan influencer marketing. DenganĀ menggunakan influencer marketing, akan melibatkanidentifikasi serta menggunakan pemimpin opini yang memungkinkan dapat memengaruhi pembeli potensial serta berpengaruh dalam aktivitas promosi/pemasaran suatu merek/produk melalui konten bersponsor (Scott, 2015). Tak jarang banyak merek/produk yang menggunakan influencer marketingsebagai media untuk promosi karena pentingnya manajemen hubungan antar pelanggan dalam media sosial, sehingga influencer marketingsering digunakan untuk mengidentifikasi opini dan menjangkau konsumen melalui pemimpin opini seperti influencer(Harrigan et al., 2015). Kredibilitas seorang influencer tentunya dapat memengaruhi audiensnya. Sebuah studi terdahulu dilakukan oleh Asha (2011) menemukan bahwa dengan menggunakan influenceryang sesuai maka dapat memengaruhi iklan yang akan disebarkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa memilih influencerdengan kredibilitas yang baik dapat memberikan dampak yang baik untuk brandatau produk. Argyris et al. (2021) menemukan bahwa influencerdengan kredibilitas yang baik dapat meningkatkan niat beli audiensnya terhadap produk yang diiklankan oleh influencertersebut. Lou & Yuan (2019) dalam penelitiannya mendefinisikan influencermedia sosial sebagai yang pertama dan terutama pembuat konten: seseorang yang memiliki status keahlian di bidang tertentu, yang telah mengembangkan sejumlah besar pengikut yang terikat -yang memiliki nilai pemasaran bagi merek-dengan secara teratur memproduksi konten yang berharga melalui media sosial. MenurutĀ Weismuller et al., 2020, seorang influencer akan membuat dan membagikan konten yang terkait dengan bidang minat atau keahlian khusus (contohnya fitness, makanan, video game) di saluran media sosial seperti Instagram, YouTube, dan Twitter. Kemudian, individu atau konsumen yang tertarik di bidang tertentu dapat mengikuti serta berinteraksi dengan influenceruntuk mengikuti berita dan tren terbaru. Sokolova & Perez (2021) dalam penelitiannya tentang hubungan antara influenceryang membuat video Youtube olahraga dengan respon audiensnya. Dalam penelitiannya tersebut ditemukan bahwa adanya sikap yang baik atau positif dari audiensnya, seperti tertarik untuk ikut olahraga saat atau setelah menonton video tersebut (Sokolova & Perez, 2021).Meski sama-sama memiliki pengaruh untuk memimpin opini konsumen, influencerdan selebriti tradisional tetap berbeda. Influencermembangun kepribadian/citra serta ketenaran secara onlinedan membuat konten di situs media sosial. Sedangkan selebriti tradisional membangun ketenarannya melalui saluran tradisional seperti televisi, koran, dan majalah. Tidak seperti influenceryang menggunakan media sosial sebagai sumber utama, selebriti tradisional menggunakan media sosial sebagai sumber tambahan agar dapat terhubung oleh penggemar-penggemarnya (Weismuller et al., 2020).