Secara sederhana stres sebenarnya merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang, baik secara fisik maupun mental, terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan menganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Keadaan demikian sering disebut dengan istilah “fight or fight response” yaitu individu dipaksa untuk berhadapan dengan sumber stres itu. Agar kesehatan mentalnya tetap terjaga maka hanya dua pilihan yaitu: individu bertarung memecahkan sumber stres itu, atau individu melarikan diri dari stres itu. Scherer dan Brodzinski seperti dikutip Gignac dan Appelbaum, (1997:23) mendefinisikan stres sebagai interaksi antar individu dan lingkungan yang ditandai oleh perubahan psikologis dan fisiologis yang menyebabkan suatu penyimpangan dari capaian normal, ini merupakan suatu peristiwa situasi. Oates seperti dikutip Mahsum (2004:9) mendefinisikan stressebagai sesuatu yang kita rasakan ketika kita didorong ke dalam batas-batas kekuatan dan energi kita. Stres juga bias kita pandang sebagai suatu tuntutan untuk melakukan penyesuaian diri atau adaptasi, terutama terhadap tekanan-tekanan kuat dari dalam ataupun dari luar diri kita yang bersifat berlebihan. Robbins (2004:222) mendefinisikan stres sebagai suatu kondisi dinamik dalam mana seorang individu dikonfrontasikan dengan sumber peluang, kendala, atau tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan yang hasilnya dipersepsikan tidak pasti dan penting.
