Loyalitas Karyawan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Hasibuan (2011:95) mendefinisikan loyalitas adalah kesetiaan
dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela organisasi
didalam maupun diluar pekerjaan dari rongrongan orang yang tidak
bertangung jawab. Ardana et al. (2011:136) menjelaskan bahwa loyalitas
karyawan adalah sikap mental karyawan yang ditunjukkan oleh sikap setia
terhadap perusahaan walaupun perusahaan dalam keadaan baik atau buruk.
Pandey dan Khare (2012:26) mengemukakan bahwa loyalitas karyawan
merupakan berkomitmen karyawan terhadap keberhasilan organisasi dan
percaya bahwa bekerja di perusahaan ini adalah pilihan yang terbaik.
Berdasarkan pengertian di atas, maka disimpulkan bahwa loyalitas
merupakan suatu sikap, sifat dan tindakan karyawan yang bekerja tanpa ada
paksaan dan bekerja dengan sepenuh hati, karyawan merasa nyaman dan
tidak akan setia pada perusahaan dimana dia bekerja. Saydam (2010:35) mengklasifikasikan faktor-faktor yang
mempengaruhi loyalitas karyawan antara lain:
a. Sistem kompensasi yang kurang menjamin ketenangan kerja.
Kompensasi yang berjalan kurang baik akan mengganggu ketenangan
karyawan dalam melakukan pekerjaannya.
b. Waktu kerja kurang fleksibel. Dalam bekerja, istirahat yang cukup
diperlukan agar tetap bisa menjaga fokus. Jika waktu bekerja kurang
fleksibel maka akan mengganggu fokus karyawan dalam bekerja.
c. Rendahnya motivasi pegawai. Karyawan juga perlu motivasi agar tetap
semangat dalam bekerja, dalam hal ini atasan berperan penting dalam
memotivasi karyawannya.
d. Struktur organisasi yang kurang jelas, sehingga tugas dan tanggung
jawab kabur. Dalam perusahaan juga diperlukan struktur kerja yang jelas,
sehingga beban pekerjaan juga akan jelas dan teratasi dengan baik.
e. Rancangan pekerjaan kurang baik, dirasa kurang menantang. Rancangan
pekerjaan yang kurang jelas akan membingungkan karyawan dalam
melaksanakan pekerjaannya.
f. Rendahnya kualitas manajemen yang terlibat pada kurangnya perhatian
terhadap konsumen. Kualitas manajemen yang buruk akan
mempengaruhi pelayanan karyawan terhadap konsumen.
g. Rendahnya kemampuan kerja atasan, yang tidak mendukung berhasilnya
kerjasama tim. Peran atasan dalam sebuah perusahaan memang sangat
penting, semua pekerjaan karyawan apabila tidak dikontrol secara
berkala maka akan merugikan perusahaan.
h. Kurang terbukanya kesempatan untuk mengembangkan karir. Dalam
sebuah perusahaan tentu memiliki tingkatan jabatan, dan karyawan
seharusnya mempunyai kesempatan untuk promosi jabatan.
Sedangkan menurut Nitisemito (2011:102) banyak faktor yang dapat
mempengaruhi atau meningkatkan loyalitas karyawan dalam bekerja pada
suatu organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas tersebut, antara
lain:
a. Pemberian gaji yang cukup, perhatian terhadap kebutuhan sosial dan
rohani, harga diri, perasaan aman, kesempatan untuk maju, fasilitas yang
menyenangkan dan insentif yang terarah pada perasaan senang atau puas,
serta pemberian bonus dan loyalitas karyawan perlu ditumbuhkan
sehingga karyawan mempunyai suatu perasaan atau kesadaran memiliki.
b. Pemberian tunjangan pensiun dengan jalan mewajibkan karyawan untuk
menyisihkan sebagian penghasilannya.
c. Peraturan dalam bekerja, dapat dibayangkan kalau seorang karyawan
bekerja atas kemauannya sendiri, tanpa memperhatikan aturan atau tata
tertib perusahaan atau atasannya. Alasannya karena merasa sudah
memiliki kemampuan dan kepintaran, sehingga tidak perlu ada masukan
dari atasan atau pimpinannya. Padahal bekerja di perusahaan adalah tim
work di mana satu dengan lain saling ketergantungan. Apalagi kalau
untuk tujuan perusahaan maka loyalitas sangat diutamakan. Pintar tapi
tidak loyal maka tidak diutamakan. Tindakan jalan sendiri yang
dilakukan karyawan dalam sebuah perusahaan tentu akan merepotkan
perusahaan.
d. Pemberian insentif, perusahaan akan memberikan tambahan penghasilan
secara langsung kepada karyawan yang menunjukkan prestasi kerja yang
lebih. Insentif adalah sistem yang paling efektif sebagai pendorong
loyalitas kerja.
e. Kepuasan kerja, salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan
adalah kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja (job satisfaction)
adalah keadaan emosional karyawan yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaan mereka,
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya serta sikap
positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi
dilingkungan kerjanya.
f. Imbalan/kompensasi, sistem pemberian imbalan (kompensasi) adalah
sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka
dan untuk memotivasi mereka agar mencapai tingkat prestasi yang
diinginkan serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
g. Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku karyawan
perusahaan yang ditujukan untuk meningkatkan efektifitas kinerja
perusahaan tanpa mengabaikan tujuan produktivitas individual karyawan.
Fokus dari konsep ini adalah mengidentifikasi perilaku karyawan yang
seringkali diukur dengan menggunakan alat ukur kinerja karyawan yang
tradisional.
h. Hubungan yang baik antara atasan dan bawahan.
Membangun hubungan saling percaya satu sama lain merupakan satu
bentuk kompensasi yang sangat bermakna bagi karyawan. Karyawan
harus tahu bahwa atasan mereka memperlakukan mereka sebagai pribadi
tidak sekedar “sumber daya” sebelum mereka termotivasi untuk memberi
yang terbaik bagi organisasi. Loyalitas karyawan itu ada dalam satu
organisasi apabila karyawan percaya bahwa dalam tujuan organisasi,
karyawan dapat mencapai tujuan mereka.