Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami
“Mengapa konsumen melakukan dan apa yang mereka lakukan”.
Schiffman dan Kanuk (2008:6) mengemukakan bahwa studi perilaku
konsumen adalah suatu studi mengenai bagaimana seorang individu
membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang tersedia
(waktu, uang, usaha, dan energi). Konsumen memiliki keragaman yang
menarik untuk dipelajari karena ia meliputi seluruh individu dari
berbagai usia, latar belakang budaya, pendidikan, dan keadaan sosial
ekonomi lainnya. Mempelajari perilaku konsumen sangatlah penting
untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi
perilaku tersebut.
Definisi perilaku konsumen menurut Kotler dan Keller
(2007:214): Perilaku konsumen adalah studi bagaimana individu,
kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan
menempatkan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan
keinginan dan kebutuhan mereka. Sedangkan perilaku konsumen
menurut Peter dan Olson (2010:5) yaitu “The dynamic interaction of
affect and cognition, behavior and environmental events by which
human beings conduct the exchange aspect of their lives”, artinya
perilaku konsumen didefinisikan sebagai interaksi dinamis antara
afeksi, kognisi, perilaku, dan lingkungannya di mana manusia
melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka.
Dari dua pengertian tentang perilaku konsumen di atas dapat
diperoleh dua hal yang penting, yaitu: (1) sebagai kegiatan fisik dan (2)
sebagai proses pengambilan keputusan.
