Menurut Nasution, A.H., dan Yudha, P (2008) persediaan timbul
dalam sebuah sistem, baik itu sistem manufaktur maupun non-manufaktur
adalah akibat dari 3 kondisi sebagai berikut:
1. Mekanisme transaction motive (pemenuhan atas permintaan).
Permintaan akan sebuah barang tidak akan dapat terpenuhi dengan
segera apabila barang tersebut sebelumnya tidak tersedia, karena untuk
pengadaan barang tersebut memerlukan waktu untuk pembuatan
maupun untuk mendatangkannya. Dalam hal ini juga berarti bahwa
dengan adanya persediaan merupakan suatu hal yang sulit di
hindarkan.
2. Adanya precautionary motive (keinginan untuk meredam
ketidakpastian). Yang di maksud ketidakpastian disini adalah:
a) Adanya permintaan yang bermacam-macam (bervariasi) dan tidak
tentu jumlahnya maupun waktu kedatangannya
b) Waktu pembuatan yang sering (cenderung) tidak tetap antara salah
satu produk dengan produk yang lainnya
c) Lead time yang tidak pasti akibat beberapa faktor yang tidak bisa
dikendalikan seluruhnya
d) Ketidakpastian ini dapat diredam oleh persediaan yang disebut
safety stock (persediaan pengaman). Persediaan pengaman ini
digunakan apabila permintaan melebihi peramalan produksi atau
pembelian yang lebih sedikit dari rencana atau lead time lebih lama
dari yang diperkirakan semula
3. Keinginan speculative motive (melakukan spekulai). Hal ini bertujuan
untuk memperoleh keuntungan yang besar dari kenaikan harga barang
dimasa yang akan datang.
