Mulyadi (2010) metode penentuan kos produksi adalah cara
memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi. Dalam
memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam kos produksi, terdapat
dua pendekatan: full costing dan variable costing.
a. Full costing, merupakan metode penentuan biaya produksi yang
memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam biaya
produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku
variabel maupun tetap. Dengan demikian biaya produksi menurut
full costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:
Biaya bahan baku xxx
Biaya tenaga kerja langsung xxx
Biaya overhead pabrik variabel xxx
Biaya overhead pabrik tetap xxx
Biaya produksi xxx
Biaya produk yang dihitung dengan pendekatan full costing
terdiri dari unsur biaya produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya
overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non produksi
(biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).
b. Variable costing, merupakan metode penentuan biaya produksi
yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku
variabel ke dalam biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
variabel. Dengan demikian biaya produksi menurut metode
variable costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:
Biaya bahan baku xxx
Biaya tenaga kerja langsung xxx
Biaya overhead pabrik variabel xxx
Biaya produksi xxx
Biaya produksi yang dihitung dengan pendekatan variable
costing terdiri dari unsur biaya produksi variabel (biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
variabel) ditambah dengan biaya nonproduksi variabel (biaya
pemasaran variabel dan biaya administrasi dan umum) dan biaya
tetap (biaya overhead pabrik tetap, biaya pemasaran tetap, biaya
administrasi dan umum tetap).
