Signalling Theory (skripsi tesis dan disertasi)

Signalling theoryadalah sebuah teori yang menjelaskan mengenai pergerakan harga dalam sebuah pasar sehingga menimbulkan pengaruh terhadap investor. Dalam signalling theory, investor dan pihak manajer sebuah perusahaan memiliki kapasitas informasi yang sama mengenai prospek perusahaan, namun kondisi demikian jarang terjadi dan lebih cenderung manajer perusahaan memiliki informasi yang lebih baik daripada investor mengenai prospek perusahaan (Rifai, Junaidi, & Sari, 2020). Kondisi demikian disebut sebagai asimetri informasi. Menurut Welley, Oroh, danWalangitan (2020), signalling theorymenjelaskan sinyal yang timbul dari setiap informasi, baik dari eksternal perusahaan ataupun internal perusahaan secara langsung dapat memberikan
dampak pada pergerakan harga saham perusahaan. Informasi yang dipublikasikan merupakan pengumuman yang memberikan sinyal bagi investor untuk proses pengambilan keputusan investasi. Febriyanti (2020)menambahkan bahwa apabila pengumuman mengandung sinyal positif, diharapkan pasar akan memberikan reaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Sinyal tersebut dapat menentukan tindakan yang diambil oleh investor yang kemudian dicerminkan pada harga saham dan volume perdagangan.Informasi dalam signalling theorymerupakan aspek penting, khususnya bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi dapat memberikan gambaran kondisi di masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Informasi yang lengkap dan memiliki relevansi yang akurat dan tepat waktu menjadi perihal penting untuk diperhatikan oleh investor dalam pasar modal sebagai alat analisis pengambilan keputusan investasi (Darmayanti et al., 2021).Teori signallingdigunakan pada penelitian ini dengan tujuan untuk menjelaskan dampak dari adanya pandemi Covid-19 yang terjadi Indonesia memberikan reaksi terhadap kebijakan pemerintah yang dijelaskan menggunakan harga emas serta reaksi investor. Reaksi investor ini yang kemudian menggerakkan harga saham sebuah perusahaan dalam bursa saham. Menurut Hegedüš (2021), dijelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk sinyal yang dapat memberikan dampak substansional seperti karakteristik khusus dari industri dan efisiensi pasar. Pada penelitian ini efisiensi pasar dijelaskan menggunakan teori efficiency market hypothesis dan karakteristik khusus yang dimaksud adalah karakteristik khusus dari perusahaan ritel dalam mengeloladampak akibat pandemi Covid-19. Selain itu, faktor non teknis lain seperti efek domino dari pandemi Covid-19 dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, yaitu harga emas menjadi faktor non teknis yang juga merupakansinyal yang dapat menentukan reaksi investor (Guler, 2020; Robiyanto, 2018).