Orientasi Koordinasi Antar Fungsi (skripsi, tesis dan disertasi)

Koordinasi antar fungsi merefleksikan pendayagunaan secara terkoordinasi
dari seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan dalam rangka menciptakan
superior value bagi pembeli sasaran. Integrasi sumber daya perusahaan yang
terkoordinasi berhubungan erat dengan orientasi pelanggan dan pesaing dimana
koordinasi ini dibangun berdasarkan informasi yang diperoleh dan melalui
pendayagunaan sumber daya yang terkoodirnasi, informasi yang disebarkan ke
seluruh bagian organisasi bersangkutan. Narver dan Slater (1990) mengemukakan
bahwa syarat agar koordinasi antar fungsi dapat berjalan efektif adalah adanya daya
tanggap dan sensitivitas dari setiap departemen terhadap kebutuhan departement –
department lainnya dalam satu perusahaan.
Koordinasi antar fungsi di dalam perusahaan harus diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan dengan memberikan nilai terbaik dibanding pesaingnya
sehingga terciptanya kepuasan bagi pelanggan. Koordinasi antar fungsi dapat
diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam rangka
membentuk rantai nilai yang meliputi aktivitas utama dan aktivitas pendukung
(Zhou et al., 2009). Kemampuan khusus harus dimiliki perusahaan dalam
mengintegrasikan tugas individu kedalam fungsi yang lebih luas cakupannya
seperti kemampuan pemasaran, riset, dan pengembangan (Dewi, 2006). Integrasi
antar fungsi dalam perusahaan memerlukan sumber daya khususnya pengetahuan
dan keahlian dari setiap pekerja sehingga dapat mendukung organisasi dalam
menyajikan nilai terbaik untuk pelanggan.
Musigire (2016) koordinasi antar fungsi sebagai konstruksi orientasi pasar
mengacu pada pemanfaatan sumber daya perusahaan dengan cara yang
mengkoordinasi untuk terciptakan nilai superior bagi target pelanggan. Koordinasi
antar fungsi diperlukan untuk semua sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat
digunakan secara maksimal untuk menciptakan nilai – nilai dan kepuasan
konsumen serta menjaga setiap langkah pesaing yang dapat menghambat strategi
yang sedang dikembangkan. Tingkat kemampuan organisasi dalam melakukan
koordinasi ini secara efektif dengan menggunakan sumber daya secara efisien dan
merespon dengan cepat setiap perubahan yang terjadi. Hal itu akan membantuk
perusahaan dalam menciptakan superior customer value.
Koordinasi antar fungsi menjadi sangat penting untuk keberlangsungan
perusahaan yang ingin memberikan kepuasan kepada pelanggan sekaligus
memenangkan persaingan dengan mengoptiomalkan fungsi yang ada di dalam
perusahaan. Langkah ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menangkap
umpan balik dari pelanggan, merespon, dan memberikan pelayanan yang lebih baik.
(Jaworski dan Kohli, 1993). Disamping itu, Zhou et al (dalam Prakosa, 2006)
mengatakan bahwa koordinasi antar fungsi harus mampu melakukan lima peran
sebagai berikut:
1. Mendistribusikan sumber daya perusahaan kepada unit bisnis lain yang ada
di dalamnya.
2. Semua fungsi harus dimanfaatkan untuk memahami pelanggannya.
3. Mendistribusikan semua informasi untuk semua fungsi.
4. Semua fungsi harus di integrasikan untuk mendukung strategi perusahaan.
5. Semua fungsi harus memberi kontribusi dalam menciptakan nilai
pelanggan.