Inovasi Produk (skripsi, tesis dan disertasi)

Inovasi pada intinya adalah aktivitas konseptualisasi, serta ide
menyelesaikan masalah dengan membawa nilai ekonomis bagi
perusahaan dan nilai social bagi masyarakat. Jadi inovasi berangkat dari
suatu yang sudah ada sebelumnya, kemudian diberi nilai tambah. Inovasi
bermula dari hal yang tampak sepele dengan membuka mata dan telinga
mendengarkan aspirasi atau keluhan konsumen, karyawan, lingkungan
dan masyarakat. Subyek penerapan inovasi sendiri bias individu,
kelompok atau perusahaan. Artinya bias terjadi dalam perusahaan ada
individu atau kelompok yang sangat brilian dan inovatif. Tetapi yang
ideal perusahaan menjadi tempat yang terlembagakan bagi orang-orang
yang terkumpul untuk mengeksploitasi ide-ide baru. (Myers dan
Marquis, 2003).
Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menghasilkan
produk yang inovatif menurut Kotler (1987) yaitu dengan :
1. Mengembakan atribut produk baru
a) Adaptasi (gagasan lain atau pengembangan produk)
b) Modifikasi (mengubah warna, gerakan, suara, bau, bentuk
dan rupa)
c) Memperbesar (lebih kuat, lebih panjang, lebih besar).
d) Memperkecil (lebih ramping, lebih ringan, lebig kecil).
e) Substitusi (bahan lain, proses, sumber tenaga)
f) Penataan kembali (pola lain, tata letak lain, kompenen). g)
Membalik (luar menjadi dalam)
h) Kombinasi (mencampur, meramu, asortasi, rakitan, unit
gabungan, kegunaan, daya pikat, dan gagasan).
2. Mengembangkan beragam tingkat mutu.
3. Mengembangkan model dan ukuran produk (profilerasi produk)
Menurut Damanpour (1991) inovasi merupakan sebuah
pengenalan peralatan, system, hukum, produk atau jasa, teknologi
proses produksi yang baru, sebuah struktur atau system administrasi
yang baru, atau program perencanaan baru yang untuk diadopsi sebuah
organisasi. Sedangkan tipe dari inovasi merupakan perilaku adopsi dan
factor yang menentukan dari inovasi tersebut (Danampaour dan Evan
(1984), Damanpour (1991), Damapour 1996, Kim et al (1998)).
Dalam penelitian Damapour 1991 mengklasifikasikan inovasi
menjadi beberapa tipe, antara lain : administrative innovation,
technical innovation, product/service innovation, process innovation,
radical innovation, incremental innovation.
Administrative innovation adalah berhubungan dengan struktur
organisasi dan proses administrasi yang secara tidak langsung
berhubungan dengan aktivitas dasar pekerjaan dari sebuah organisasi
dan berhubungan secara langsung dengan manajemen Perusahaan.
Technical innovation adalah berhubungan dengan teknologi
produk, jasa, dan proses produksi. Product innovation adalah produk
atau jasa baru yang diperkenalkan pada pengguna luar atau karena
kebutuhan pasar. Process innovation adalah elemen baru yang
diperkenalkan pada sebuah produksi perusahaan atau operasi jasa,
input bahan baku, spesifikasi tugas, pekerjaan dan informasi, dan
peralatan yang digunakan, untuk produksi sebuah produk atau
membuat jasa pelayanan.
Radical innovation dan incremental innovation dapat
didefinisikan sebagai derajat perubahan yang dibuat perusahaan dalam
pelaksanaan adopsi. Radical Innovation adalah reorientation dan
nonroutine inovasi yang merupakan prosedur dasar aktivitas
Perusahaan dan menunjukkan permulaan yang jelas dari sebuah
pelaksanaan inovasi. Sedangkan incremental innovation adalah inovasi
yang bersifat rutin, bervariasi dan instrumental. Strategi inovasi
adalah berkaitan dengan respon strategi Perusahaan dalam mengadopsi
inovasi. Dalam penelitian-penelitian terdahulu bermacam-macam
tipologi strategi inovasi sudah digunakan. Menurut Freeman (1978)
dalam Hadjimanolis & Dickson (2000) yang mengemukakan 6
penggolongan tipologi strategi inovasi yaitu offensive innovation
strategy, defensive, imitative (suka meniru), dependent, traditional,
dan opportunist strategy. Penggolongan ini berdasarkan pada
kecepatan dan waktu masuk dari Perusahaan menuju area teknologi
yang baru.
Urban & Hauser (1980) dalam Hadjimonalis & Dickson (2000)
membedakan tipologi strategi inovasi dengan proaktif strategi, dimana
Perusahaan mencoba untuk meramalkan dan mengantisipasi perubahan
lingkungan. Tipe ini biasanya merupakan Perusahaan yang pertama
melakukan inovasi ( first mover ). Keunggulan yang dimiliki adalah
membangun market share dan reputasi untuk inovasi, namun
mempunyai kelemahan karena harus mengeluarkan biaya
pengembangan yang tinggi serta resiko investasi teknologi atau desain
yang salah. Reactive strategy adalah Perusahaan yang hanya bereaksi
terhadap permintaan konsumen dan aktivitas pesaing, serta cenderung
untuk mengadopsi proses inovasi Perusahaan lain.
Menurut Miler & Snow (1978) dalam Hadjimonalis dan Dickson
(2000) tipologi strategi perusahaan prospector, defender, analyzer, dan
reactors yang mewakili prilaku strategi yang lebih umum dari
perusahaan dapat juga diadopsi untuk strategi inovasi. Rizzoni (1991)
dalam Hadjimonalis dan Dickson (2000)
Definisi mengenai pengertian inovasi produk menurut Crawford
& De Benedetto (2000: 9) inovasi produk adalah “Inovasi yang
digunakan dalam keseluruhan operasi perusahaan dimana sebuah
produk baru diciptakan dan dipasarkan, termasuk inovasi di segala
proses fungsionil/ kegunaannya.” Hurley and Hult (1998) dalam
(Kusumo, 2006: 22) mendefinisikan inovasi sebagai sebuah
mekanisme perusahaan untuk beradaptasi dalam lingkungan yang
dinamis, oleh karena itu perusahaan dituntut untuk mampu
menciptakan pemikiran-pemikiran baru, gagasan-gagasan baru dan
menawarkan produk yang inovatif serta peningkatan pelayanan yang
memuaskan pelanggan.
Dalam sisi lain produk inovasi menurut Galbraith, 1973; Schon,
1967 (dalam Lukas dan Ferrel, 2000: .240) didefinisikan sebagai
proses dari penggunaan teknologi baru kedalam suatu produk sehingga
produk tersebut mempunyai nilai tambah. Inovasi dapat dilakukan
pada barang, pelayanan, atau gagasan-gagasan yang diterima oleh
seseorang sebagai sesuatu yang baru, sehingga mungkin saja suatu
gagasan telah muncul di masa lampau, tetapi dapat dianggap inovatif
bagi konsumen yang baru mengetahuinya. Seringkali orang
berpendapat bahwa dengan melakukan inovasi pada suatu hal maka
seseorang telah melakukan perubahan yang bersifat positif yang
mengarah pada kemajuan. Pendapat tersebut memang benar adanya,
tetapi perubahan (dalam bentuk apapun) tersebut bagi sebagian
konsumen sesuatu yang sulit diterima begitu saja.