Teori sikap dan perilaku (theory of attitudes and behavior) dikembangkan oleh Triandis (1980) yang menyatakan bahwa perilaku ditentukan oleh apa yang orang-orang ingin lakukan (sikap), apa yang mereka pikirkan akan mereka lakukan (aturan-aturan sosial), apa yang mereka biasa lakukan (kebiasaan) dan dengan konsekuensi perilaku yang mereka pikirkan. Sikap merupakan sebuah bangunan hipotesis yang mewakili suatu derajat individu dari suka atau tidak suka untuk item. Triandis (1980) menyajikan suatu model perilaku interpersonal yang lebih komprehensif dengan menyatakan faktor-faktor sosial, perasaan dan konsekuensi yang dirasakan mempengaruhi tujuan perilaku dan sebaliknya akan mempengaruhi perilaku. Perilaku tidak mungkin terjadi jika situasinya tidak memungkinkan. Apabila seseorang bermaksud untuk menggunakan personal computer, tetapi tidak memiliki kesempatan atau kemampuan untuk menggunakan maka manfaat yang dirasakan akan berkurang.
Gambar 2.3 Bagan Theory of Attitude and Behavior