Pengertian Gaya Hidup Brand Minded Blackwell, et al (1994)
mengungkapkan bahwa gaya hidup merupakan pola yang digunakan seseorang
untuk hidup. Definisi tersebut sejalan dengan definisi dari Kotler (2005), yang
mengatakan bahwa gaya hidup merupakan pola hidup seseorang yang dapat
dilihat dari aktivitas, minat serta opininya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sumarwan (2011) juga menambahkan bahwa gaya hidup yang merupakan pola
hidup sehari-hari ini juga dapat menggambarkan “keseluruhan kepribadian” dari
orang itu sendiri. Oleh karena itu, dengan mengetahui gaya hidup seseorang, maka
dapat diketahui pula keberadaan kelas sosial serta kepribadian orang tersebut
(Sumarwan, 2011). Selain itu, gaya hidup juga memiliki arti apapun yang
dilakukan seseorang untuk menghabiskan waktu serta uang yang dimilikinya
(Blackwell, et al, 1994).
Hawkins dan Mothersbaugh (2007), menjelaskan secara lebih rinci bahwa
gaya hidup adalah nilai yang akan mempengaruhi seseorang dalam berbagai hal,
seperti dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku, tidak terkecuali dalam perilaku
pembelian. Bahkan apa yang dibeli seseorang, bagaimana orang tersebut
menggunakan barang yang dibelinya dan apa yang dipikirkan mengenai barang
tersebut sebelum dan seseudah melakukan pembelian merupakan bagian dari
definisi gaya hidup (Munandar, 2001). Sebagai contoh, orang yang dalam perilaku
pembeliannya, memiliki orientasi yang kuat pada barang dan produk-produk
bermerek (branded), maka ia akan selalu berusaha untuk membeli barang atau
produk bermerek (branded) tersebut. Dengan demikian, orang tersebut dapat
dikatakan memiliki gaya hidup brand minded. Kemudian pengertian dari ”brand
minded” adalah pola pikir seseorang terhadap objek-objek komersil yang
cenderung berorientasi pada merek eksklusif atau terkenal (McNeal, 2007 dalam
Taviono). Jadi, dapat disimpulkan gaya hidup brand minded merupakan gaya
hidup individu yang berorientasi pada penggunaan produk-produk yang memiliki
merek eksklusif atau terkenal.
