Koordinasi lekat antaramitra meningkatkan ketergantungan terhadap satu sama lain
karena risiko bisa muncul bagi masing-masing perusahaan serta untuk seluruh rantai
pasokan. Oleh karena itu,Relationship untuk mencapai SCRM yang kolaboratif menjadi
perlu (Breuer, Siestrup, Haasis & Wildebrand, 2013).
Sebuah elemen penting bagi kolaborasi rantai pasokan adalah integrasi
dansinkronisasi proses bisnis perusahaan dengan proses bisnisperusahaan mitra (Breuer,
Siestrup, Haasis & Wildebrand, 2013) . Proses bisnis yang material mencakup pembagian
informasi dan penanganan arus keuangan (Breuer, Siestrup, Haasis & Wildebrand, 2013).
Untukmeningkatkan kinerja SCRM, arus informasi dan keuangan harus dikoordinasikan
dan dikelola (Hudnurkar dan Rathod, 2012).
