Wirawan (2013) mengartikan kepemimpinan sebagai proses
pemimpin menciptakan visi dan melakukan interaksi saling
mempengaruhi dengan bawahannya dalam rangka merealisasikan
visi yang telah dirancang. Menurut Yulk (2015) kepemimpinan
adalah proses yang disengaja dari seseorang untuk meberikan
pengaruhnya terhadap orang lain guna membimbing dan
mengarahkan yang berkaitan dengan jalannya organisasi menuju
visi.
Robbins dan Judge (2008) mendefinisikan kepemimpinan
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok dengan tujuan
mancapai sarasan. Zekeri mengatakan bahwa kepemimpinan adalah
variabel kunci yang mempengaruhi kinerja organisasi dan
keberhasilan pemimpin mewujudkan tujuan untuk merubah dan
mempengaruhi orang lain untuk menyebarkan tujuannya
(Mcfarlane).
