Di dalam Faktor Taktis terdiri dari pemberdayaan tenaga kerja,
keterlibatan tenaga kerja, pelatihan tenaga kerja, pembentukan tim kerja,
penggunaan teknologi informasi, kualitas pemasok, hubungan pemasok,
penilaian terhadap kinerja pemasok (Salaheldin, 2008).
Salah satu faktor yang berperan penting dalam implementasi
manajemen kualitas yaitu manajemen pemasok (Salaheldin, 2008). Seorang
Pemasok (supplier) merupakan bagian penting bagi perusahaan, baik
pemasok bahan baku maupun pemasok dalam mendistribusikan barang ke
pasar atau konsumen.
Di dalam penyediaan bahan baku yang merupakan salah satu faktor dari
input proses produksi, baik untuk usaha manufaktur atau jasa, akan menjadi
penentu dalam pemenuhan pesanan permintaan pasar. Apabila sumber dari
bahan baku ini tidak dapat dikendalikan perusahaan, akan terjadi stagnasi
pada proses produksi. Stagnasi di dalam pengadaan bahan baku dapat terjadi
apabila ada aspek-aspek tertentu tidak dapat dikendalikan, contohnya sistem
transportasi dari sumber bahan baku tidak konsisten, cara pembayaran yang
tidak menguntungkan perusahaan, belum ada sistem persediaan yang
menggambarkan efisiensi, serta tidak adanya informasi, baik dalam
organisasi perusahaan maupun pelanggan. Menurut Tampubolon (2004)
untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi rantai hubungan dengan
pemasok yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, sekaligus
menciptakan keunggulan bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan di
pasar.
Di dalam manajemen pemasok, perusahaan menentukan sumber daya
dan bahan baku yang dibutuhkan, apakah mempergunakan satu atau banyak
pemasok (Tampubolon, 2004). Demikian juga untuk distribusi hasil
produksi, apakah menggunakan satu atau banyak penyalur. Penentuan
dalam jumlah pemasok akan tergantung pada jumlah kebutuhan bahan baku
yang akan diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan pasar atau
pelanggan.
