Penjualan adalah interaksi antara individu saling bertemu muka yang
ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan
hubungan pertukaran sehingga menguntungkan bagi pihak lain. Penjualan
diartikan juga sebagai usaha yang dilakukan manusia untuk menyampaikan
barang bagi mereka yang memerlukan dengan imbalan uang menurut harga yang
ditentukan atas persetujuan bersama (Swastha, 2008).
Sebuah perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tujuan dalam proses
penjualan yaitu : (Swastha, 2008).
Mencapai volume penjualan tertentu.
Mendapatkan laba tertentu.
Menunjang pertumbuhan perusahaan.
Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen
pemasaran, dan sering disebut sebagai “proses berlanjut”. Ini disebabkan karena
promosi dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan
(Swastha, 2008). Promosi juga dipandang sebagai arus informasi atau persuasi
satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada
tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan
volume penjualan akan melakukan kegiatan promosi melalui iklan, personal
selling, pemasaran langsung ataupun yang lainnya. Apabila volume penjualan
dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap,
biasanya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar
mempertahankannya. Akan tetapi seringkali terjadi penurunan penjualan sewaktu
perusahaan menghentikan atau mengurangi kegiatan promosi. Hal ini disebabkan
karena beberapa kemungkinan, misalnya konsumen kehilangan daya tarik, produk
mulai terlupakan dan tergeser oleh produk pesaing yang masih gencar melakukan
promosi dan lain-lainnya. Promosi memang sangat erat hubunganya dengan
penjualan, semakin baik promosi yang dilakukan kemungkinan peningkatan
volume penjualan juga semakin besar. Salah satu tujuan dari diadakannya promosi
adalah untuk meningkatkan volume penjualan. Promosi berpengaruh terhadap
penjualan. Promosi penjualan perlu dilakukan meskipun secara berkala agar
produk tetap dikenal dimasyarakat atau konsumen sehingga volume penjualan
tetap terjaga (Swastha, 2008).
