Biaya Overhead Pabrik (skripsi dan tesis)

Menurut Prianthara (2016 : 30) “Biaya overhead pabrik adalah Biaya
selain bahan baku dan tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan produksi
disebut biaya overhead pabrik. Termasuk dalam klasifikasi biaya overhead pabrik
adalah elemen-elemen biaya berikut: bahan tak langsung, upah tak langsung,
penyusutan peralatan pabrik, biaya pemeliharaan mesin-mesin dan peralatan
pabrik”.
Sedangkan menurut Mulyadi (2016 : 193) “Biaya overhead pabrik adalah
biaya selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung tetapi membantu
dalam merubah bahan menjadi produk selesai. Biaya ini tidak dapat ditelusuri
secara langsung kepada produk selesai”. Penggolongan biaya overhead pabrik :
1. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya
Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya dapat
dikelompokan menjadi beberapa elemen:
a. Bahan tidak langsung (bahan pembantu atau bahan penolong)
Bahan tidak langsung adalah bahan yang digunakan dalam menyelesaikan
produk tetapi pemakaiannya relatif lebih kecil dan biaya ini tidak dapat
ditelusuri secara langsung kepada produk selesai.
b. Tenaga kerja tidak langsung
Adalah tenaga kerja yang membantu dalam pengolahan produk selesai, tetapi
tidak dapat ditelusuri kepada produk selesai. Biaya tenaga kerja tidak
langsung terdiri dari upah, tunjangan, dan biaya kesejahteraan.
c. Biaya reparasi dan pemeliharaan
Adalah biaya untuk pengadaan suku cadang, perbaikan dan pemeliharaan
mesin yang sudah dipakai atau berjasa untuk sebuah produk yang lebih
bermanfaat.
d. Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap
Biaya yang termasuk dalam golongan ini adalah biaya depresiasi mesin
pabrik, gedung pabrik, dan lainnya.
e. Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
Biaya yang termasuk kedalam kelompok ini antara lain biaya asuransi
gedung, biaya asuransi mesin, dan lainnya.
f. Biaya overhead pabrik yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang
tunai
Biaya overhead pabrik yang masuk dalam kelompok ini antara lain biaya
reparasi dari pihak luar, air, listrik, dan sebagainya.
2. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perubahan volume kegiatan
Atas penggolongan ini biaya overhead pabrik dapat dibagi menjadi 3,
yaitu: overhead pabrik tetap, overhead variabel, overhead semi variabel. Biaya
overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang kisarannya tidak akan
berubah dalam kisar volume tertentu. Sedangkan biaya overhead variabel adalah
biaya overhead pabrik yang berubah sebanding dengan volume kegiatan. Biaya
overhead semivariabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah tidak
sebanding dengan volume kegiatan.
3. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan
departemen
Ditinjau dari hubungannya dengan departemen-departemen yang ada
dalam pabrik, biaya overhead pabrik dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
biaya overhead pabrik langsung departemen (direct departemental overhead
expenses) dan biaya overhead pabrik tidak langsung departemen (indirect
departemental overhead expenses). Biaya overhead pabrik langsung adalah biaya
overhead pabrik yang terjadi dalam departemen tertentu yang manfaatnya hanya
dinikmati oleh departemen tersebut, misalnya pada departemen produksi ada
biaya depresiasi mesin pabrik. Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen
adalah biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati lebih dari satu
departemen. Misalnya biaya asuransi gedung (gedung pabrik digunakan beberapa
departemen).