Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD) (skripsi dan tesis)

Pengungkapan tanggung jawab sosial adalah proses pengkomunikasian
dampak sosial dan lingkungan atas kegiatan ekonomi perusahaan pada kelompokkelompok tertentu dalam masyarakat dan pada masyarakat secara keseluruhan
(Gray et al., 1987 dalam Rosmasita, 2007; dalam Purnama dkk, 2014). Dalam
pengungkapan terdapat 3 konsep umum (Hendriksen dan Breda, 1991 dalam
Widiana, 2012), yaitu:
1. Pengungkapan yang cukup (adequate disclosure), merupakan
pengungkapan informasi yang bertujuan untuk memenuhi kewajiban
dalam menyampaikan informasi yang sejalan dengan tujuan penyajian
laporan guna mencegah kesalahan interpretasi informasi.
2. Pengungkapan yang wajar (fair disclosure), merupakan informasi dengan
menyajikan sejumlah informasi yang menurut perusahaan dapat
memuaskan pengguna laporan keuangan yang potensial. Informasi
minimum yang diwajibkan dan informasi tambahan lainnya mempunyai
tujuan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan yang wajar.
3. Pengungkapan yang lengkap (full disclosure), merupakan pengungkapan
informasi yang relevan secara keseluruhan. Informasi yang diungkapkan
adalah informasi minimum yang diwajibkan ditambah dengan informasi
lain yang diungkapkan secara sukarela. Full disclosure dapat membantu
mengurangi terjadinya kesalahan akibat asimetri informasi, namun
seringkali dinilai berlebihan.
Beberapa alasan yang mendorong praktik pengungkapan tanggung jawab
sosial dan lingkungan oleh perusahaan (Deegan, 2002 dalam Chariri dan Ghozali,
2007), diantaranya adalah:
1. Keinginan untuk memenuhi persyaratan yang ada dalam undang-undang.
Ini sebenarnya bukanlah alasan utama yang ditemukan di berbagai negara
karena ternyata tidak banyak aturan yang meminta perusahaan
mengungkapkan informasi sosial dan lingkungan.
2. Pertimbangan rasionalitas ekonomi (economic rationality). Atas dasar
alasan ini, praktik pengungkapan pertanggungjawaban sosial memberikan
keuntungan bisnis karena perusahaan melakukan ―hal yang benar‖ dan
alasan ini mungkin dipandang sebagai motivasi utama.
3. Keyakinan dalam proses akuntabilitas atau pertanggungjawaban untuk
melaporkan. Artinya, manajer berkeyakinan bahwa orang memiliki hak
yang tidak dapat dihindari untuk memperoleh informasi yang memuaskan
dan manajer tidak peduli dengan cost yang diperlukan untuk menyajikan
informasi tersebut. Namun demikian, kelihatannya pandangan ini
bukanlah pandangan dalam kebanyakan organisasi bisnis yang beroperasi
dan lingkungan kapitalis.
4. Keinginan untuk mematuhi persyaratan peminjaman. Lembaga pemberi
pinjaman, sebagai bagian dari kebijakan manajemen risiko mereka,
cenderung menghendaki peminjam untuk secara periodik memberikan
berbagai item informasi tentang kinerja dan kebijakan sosial dan
lingkungannya.
5. Untuk memenuhi atau menyesuaikan dengan ekspektasi masyarakat.
Refleksi atas pandangan bahwa kepatuhan terhadap ―ijin yang diberikan
masyarakat untuk beroperasi‖ atau ―kontrak sosial‖ tergantung pada
penyediaan informasi berkaitan dengan kinerja sosial dan lingkungan.
6. Sebagai konsekuensi dari ancaman terhadap legitimasi perusahaan.
Misalnya, pelaporan mungkin dipandang sebagai respon atas pemberitaan
media yang bersifat negatif, kejadian sosial atau dampak lingkungan
tertentu, atau barangkali sebagai akibat dari rating yang jelek yang
diberikan oleh lembaga pemberi peringkat perusahaan.
7. Untuk me-manage kelompok stakeholder tertentu yang powerful.
8. Untuk menarik dana investasi. Di lingkungan internasional, ―ethical
investment funds‖ merupakan bagian dari pasar modal yang semakin
meningkat peranannya, misalnya The Dow Jones Sustainability Group
Index. Pihak yang bertanggungjawab dalam merangking organisasi
tertentu untuk tujuan analisis portfolio menggunakan informasi dari
sejumlah sumber termasuk informasi yang dikeluarkan oleh organisasi
tersebut.
9. Untuk mematuhi persyaratan industri (code of conduct) tertentu. Misalnya,
industri pertambangan di Australia memiliki Code for Environmental
Management. Sehingga terdapat tekanan tertentu untuk mematuhi aturan
tersebut yang selanjutnya dapat mempengaruhi persyaratan pelaporan.
10. Untuk memenangkan penghargaan pelaporan tertentu. Ada berbagai
penghargaan yang diberikan oleh beberapa negara kepada perusahaan
yang melaporkan kegiatannya termasuk kegiatan yang berkaitan dengan
aspek sosial dan dampak lingkungan. Contohnya penghargaan yang
diberikan oleh The Association of Chartered Certified Acountants. Banyak
organisasi yang berusaha memenangkan penghargaan tersebut dengan
harapan memperbaiki image positif perusahaan. Hal ini memiliki implikasi
positif terhadap reputasi perusahaan pada stakeholder.