Pemilihan suatu keputusan yang berkaitan dengan permasalahan moral
sangatlah sulit karena keputusan tersebut memerlukan pertimbangan yang kuat.
Sensitivitas etis merupakan kemampuan yang dapat menyadari adanya nilai-nilai
etika dan moral dalam pengambilan keputusan. Melihat fenomena yang terjadi
pada perkembangan saat ini, banyak individu saat mengambil keputusan tidak
didasari dengan sensitivitas etis. Karna individu tersebut merasa bahwa tindakan
yang dilakukannya bukanlah menjadi suatu permasalahan, meskipun akan
merugikan orang lain yang terpenting tujuannya dapat tercapai. Pengambilan
keputusan tentunya membutuhkan pertimbangan yang kuat sesuai dengan standar
etika profesinya. Kebutuhan akan pertimbangan diperoleh dari pengalaman
pribadi yang membantu dalam memberikan arahan untuk tercapainya tujuan.
Menurut Jones (1991) dalam Zulhawati (2013) yang menyatakan bahwa
suatu keputusan dapat dinilai dari segi moral jika pada saat keputusan itu dibuat
dengan memperhitungkan atau memasukkan nilai-nilai moral. Pemahaman moral
suatu individu dipengaruhi oleh faktor-faktor indivial seperti pengalaman,
orientasi etika, dan komitmen profesi. Orientasi etika merupakan kemampuan
dalam mengevaluasi dan mempertimbangkan nilai-nilai etika dalam suatu konflik
etika. Pertimbangan moral dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang
berkaitan dengan etika profesi akuntan. Seseorang yang memiliki idealisme tinggi
akan berhati-hati saat mempertimbangkan suatu keputusan. Mahasiswa yang
beridealisme tinggi tentunya akan lebih sensitif terhadap situasi yang melanggar
nilai-nilai etika dikarenakan mahasiswa yang idealis berfikir bahwa sesuatu yang
melanggar nilai-nilai etika akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan
berdampak pada saat terjun kedunia kerja. Penelitian Zulhawati (2013) yang
menyatakan bahwa variabel orientasi etika idealisme berpengaruh secara positif
terhadap sensitivitas etis mahasiswa. Sejalan dengan penelitian Ega Megarina
Iswarini, dan Siti Mutmainah (2013) yang menyatakan bahwa idealisme memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap sensitivitas etis. Maka dari itu,
sensitivitas etis diperoleh dari idealisme yang dimiliki seseorang.
