Etika dalam bahasa latin adalah “ethica” yang berarti falsafah moral.
Dari asal usul kata, etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang berarti
adat istiadat/kebiasaan yang baik. Etika merupakan suatu prinsip moral dan
perbuatan yang menjadi landasan bertindak seseorang sehingga apa yang
dilakukannya dipandang masyarakat sebagai perbuatan terpuji dan
meningkatkan martabat dan kehormatan seseorang (Arens et al, 2006:98).
Istilah etika dilihat dalam kamus besar bahasa Indonesia (2013) memilki tiga
arti, yang salah satunya adalah nilai mengenai benar atau salah yang dianut
suatu golongan atau masyarakat. Bertens (2007) dalam Widiastuti (2015)
merumuskan pengertian etika kepada tiga pengertian:
a) Etika digunakan dalam pengertian nilai-nilai dan norma-norma moral yang
menjadi pegangan seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkahnya.
b) Etika merupakan kumpulan asas atau nilai moral atau kode etik
c) Etika merupakan ilmu yang mempelajari tentang suatu hal baik dan buruk.
Menurut Ward et al., etika meliputi suatu proses penentuan yang
kompleks tentang apa yang seharusnya dilakukan sseorang dalam situasi
tertentu yang disifati oleh kombinasi dari pengalaman dan pembelajaran
masing-masing individu (Tikollah, 2006 dalam Susanti (2014)).
Ada enam nilai etika utama menurut Josephson institute, dalam
(Arens, 2006:99):
a) Dapat dipercaya (trustworthiness), termasuk kejujuran, integritas,
keandalan dan kesetiaan.
b) Rasa hormat (respect), termasuk nilai kesopanan, kepatutan,
penghormatan, toleransi, dan penerimaan.
c) Tanggung jawab (responsibility), berarti tanggung jawab terhadap tindakan
yang dilakukannya dan memberikan batasan.
d) Kewajaran (fairness), termasuk keadilan dalam mengatasi masalah.
e) Kepedulian (caring), berarti secara tulus memperhatikan kesejahteraan
orang lain termasuk berperilaku empati
f) Kewarganegaraan (citizenship), termasuk mematuhi hukum dan
menjalankan norma yang telah ditetapkan.
Jika berbicara tentang perilaku dan keinginan untuk mengubah
perilaku atau menciptakan perilaku yang diinginkan, pertama-tama yang perlu
diketahui adalah hal-hal apa saja yang mempengaruhi perilaku tersebut dan
seberapa kuat pengaruh itu. Faktor-faktor individual terbukti merupakan
faktor yang signifikan untuk memprediksi perilaku etis seseorang. Terdapat
empat variabel yang mempengaruhi perilaku individual yaitu karakter
biografis, kemampuan, kepribadian, dan pembelajaran. Kepribadian
merupakan organisasi dinamis didalam masing-masing sistem psikosifik yang
menetukan penyesuaian unik terhadap lingkungannya, dalam kepribadian ini
termasuk diantaramya orientasi etis, locus of control, dan equity sensitivity
(Ustadi dan Utami dalam Susanti, 2014).
