Pengendalian (Control) (skripsi dan tesis)

.1. Pengertian Menurut George E. Bennett Sistem pengecekan internal bisa didefinisikan sebagai koordinasi dari sistem akun – akun dan prosedur perkantoran yang berkaitan sehingga seorang karyawan selain mengerjakan tugasnya sendiri juga secara berkelanjutan mengecek pekerjaan karyawan yang lain untuk hal – hal tertentu yang rawan kecurangan. Pada tahun 1949 laporan khusus berjudul “Kontrol Internal – Elemen-elemen Sistem yang Terkoordinasi dan Pentingnya Kontrol bagi Manajemen dan Akuntan Independen”, oleh Komite Prosedur Audit Lembaga Amerika untuk Akuntan Publik Bersertifikat (AICPA) memperluas definisi kontrol internal menjadi : Kontrol internal berisi rencana organisasi dan semua metode yang terkoordinasi dan pengukuran – pengukuran yang diterapkan di perusahaan untuk mengamankan aktiva, memeriksa akurasi dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang tetap ditetapkan. Definisi ini mungkin lebih luas daripada pengertian yang kadang – kadang disebutkan untuk istilah 26 – istilah tersebut. Jadi sistem kontrol internal melampaui hal – hal tersebut yang secara langsung terkait dengan fungsi departemen akuntansi dan keuangan.
2. Pengertian Menurut COSO Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission (COSO) pada tahun 1992 mengeluarkan definisi tentang pengendalian internal. Definisi COSO tentang pengendalian intern sebagai berikut: Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories: a. Effectiveness and efficiency of operations b. Realibillty of Financial Reporting c. Compliance with Applicable laws and regulations Atau terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut : sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini: a. Efektivitas dan efisiensi operasi b. Keandalan pelaporan keuangan c. Kepetuhan kerhadap hukum dan peraturan yang berlaku). COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal   berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Pengendalian bukanlah sesuatu yang ditambahkan dalam proses manajemen tersebut, akan tetapi merupakan bagian integral dalam proses tersebut. Komponen pengendalian intern menurut COSO adalah : 1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh dewan direksi. 2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi. 3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakankebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai. 4. Informasi dan komunikasi (information and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya. 5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.
 3. Pengertian Menurut Ramlie R. Mertawidjaja Menurut Ramlie R. M (1980), dalam perusahaan besar, aspek akunting dari pengendalian oleh manajemen sebagaimana telah diuraikan di muka, harus dipusatkan di bawah pertanggung jawaban seorang pejabat controller, atau sering juga disebut comptroller, dengan kualifikasi sebagai berikut : a. Memiliki pengetahuan yang luas mengenai semua prinsip dan prosedur akunting b. Telah cukup terlatih dalam bidang – bidang lain perusahaan c. Memiliki pengetahuan umum mengenai bidang industri perusahaan tempat ia bekerja d. Mempunyai pengetahuan terperinci mengenai perusahaan tempat ia bekerja e. Mengerti fungsi – fungsi manajemen f. Telah biasa menghadapi masalah – masalah yang menyangkut produksi, distribusi, manajemen kepegawaian, dan permodalan g. Cukup cakap dalam menganalisa dan menyimpulkan data akunting dan data lainnya. Seorang controller menduduki posisi sebagai staf pimpinan. Ia memberikan nasihat – nasihat kepada pimpinan perusahaan, akan tetapi kecuali di dalam departemennya, ia tidak memiliki garis wewenang atas operasi perusahaan. Controller bertanggung jawab atas pekerjaan perkantoran di semua bagian perusahaan; termasuk di dalamnya adalah pekerja kesekretariatan dan pekerja lain, serta aktivitas seperti pengiriman surat dan komunikasi lainnya. Ia memiliki wewenang fungsional atas aktivitas pencatatan pada departemen – departemen  lain. Misalnya, ia dapat menetapkan pencatatan akunting yang harus dijalankan pada suatu cabang perusahaan di mana para pegawai akuntingnya berada langsung di bawah pengendalian manajer cabang. Fungsi controller berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Pada suatu perusahaan ruang lingkup aktivitasnya mungkin luas, sedangkan pada perusahaan lainnya mungkin sangat terbatas. Controller ini biasanya bertanggung jawab atas perencanaan dan bekerjanya seluruh pekerjaan akunting, serta penyusunan dan interpretasi atas laporan keuangan, dan laporan – laporan lainnya. Ia beserta para asistennya mempersiapkan atau membantu dalam penyusunan standar – standar biaya, perkiraan penjualan, anggaran, dan rencana – rencana penanaman modal. Ia melakukan pengukuran pelaksanaan standar atau anggarannya, dan menerbitkan laporan – laporan serta pendapatnya mengenai pelaksanaan tersebut kepada semua tingkat manajemen. Ia harus memperoleh keyakinan bahwa prosedur – prosedur yang ada telah diikuti secara efektif didalam pencapaian tujuan – tujuan manajemen. Ia juga bertanggung jawab atas semua laporan yang diperlukan oleh badan – badan pemerintah, dan untuk hal – hal yang berhubungan dengan masalah perpajakan. Pada umumnya ia bertanggung jawab atas pengendalian dan melindungi segenap aktivitas perusahaan. Kewajiban – kewajiban ini menyangkut penciptaan dan pemeliharaan atas pengendalian intern dan pemeriksaan intern. Tergantung pada status dan sifat pertanggung jawabannya dalam perusahaan, controller harus melaporkan hasil pekerjaannya kepada direktur keuangan ataupun kepada bendahara. Dalam suatu perusahaan mungkin pula  controller menjabat sebagai direktur keuangan atau bahkan sebagai anggota kelompok manajemen tingkat atas. Apabila ia dibebani semua pengendalian manajemen, maka pertanggung jawabannya akan lebih luas lagi dan tidak terbatas hanya kepada pertanggung jawaban yang berhubungan dengan masalah akunting saja.