Teori Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Menurut Sunyoto (2012: 215) mengatakan ada beberapa teori kepuasan
kerja yaitu :
A. Teori Ketidaksetaraan (Discrepancy Theory)
Teori ini dipelopori oleh Porter. Teori ini mengukur kepuasan kerja
seseorang dengan menghitung selisih sesuatu yang seharusnya dengan
kenyataan yang dirasakan. Sehingga apabila kepuasannya diperoleh
melebihi yang diterimanya maka orang akan lebih puas lagi, sehingga
terdapat discrepancy merupakan discrepancy yang positif. Kepuasaan
seseorang tergantung pada selisih antara sesuatu yang dianggap akan
didapatkan dengan apa yang dicapai.
B. Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Adam Smith. Prinsip
teori ini adalah orang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah
ia merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas situasi, diperoleh
dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas,
dikantor maupun di tempat lain.
C. Teori Dua Faktor (Two Factor Theory)
Teori ini dikembangkan oleh Frederick Herzberg. Teori ini
menyatakan ada dua faktor yang dapat memberikan kepuasan dalam
bekerja. Kedua faktor tersebut adalah :
1) Faktor sesuatu yang dapat memotivasi (motivation). Faktor ini antara
lain adalah faktor prestasi, factor pengakuan, factor tanggung jawab,
faktor memperoleh kemajuan dan perkembangan dalam bekerja
khususnya promosi dan faktor pekerjaan itu sendiri.
2) Kebutuhan kesehatan lingkungan kerja (hygiene factors). Faktor ini
dapat berbentuk upah / gaji, hubungan antar pekerja, kondisi kerja,
kebijaksanaan perusahaan, dan proses administrasi dalam perusahaan.