Proses Terjadinya Komitmen Organisasi (skripsi dan tesis)

Minner (2013:94), “mengemukakan sejumlah cara yang bisa dilakukan
untuk membangun komitmen karyawan pada organisasi, yaitu”:
1) Make it charismatic:
Jadikan visi dan misi organisasi sebagai sesuatu yang karismatik, sesuatu
yang dijadikan pijakan, dasar bagi setiap karyawan dalam berperilaku,
bersikap dan bertindak”.
2) Build the tradition:
Segala sesuatu yang baik di organisasi jadikanlah sebagai suatu tradisi yang
secara terus-menerus dipelihara, dijaga oleh generasi berikutnya”.
3) Have comprehensive grievance procedures:
Bila ada keluhan atau komplain dari pihak luar ataupun dari internal
organisasi maka organisasi harus memiliki prosedur untuk mengatasi keluhan
tersebut secara menyeluruh.”
4) Provide extensive two-way communications:
Jalinlah komunikasi dua arah di organisasi tanpa memandang rendah
bawahan”.
5) Create a sense of community:
Jadikan semua unsur dalam organisasi sebagai suatu community di mana di
dalamnya ada nilai-nilai kebersamaan, rasa memiliki, kerja sama, berbagi,
dan lain-lain”.
6) Build value-based homogeneity:
Membangun nilai-nilai yang didasarkan adanya kesamaan. Setiap anggota
organisasi memiliki kesempatan yang sama, misalnya untuk promosi maka
dasar yang digunakan untuk promosi adalah kemampuan, keterampilan,
minat, motivasi, kinerja, tanpa ada diskriminasi”.
7) Share and share alike:
Sebaiknya organisasi membuat kebijakan di mana antara karyawan level
bawah sampai yang paling atas tidak terlalu berbeda atau mencolok dalam
kompensasi yang diterima, gaya hidup, penampilan fisik, dan lain-lain”.
8) Emphasize barnraising, cross-utilization, and teamwork:
Organisasi sebagai suatu community harus bekerja sama, saling berbagi,
saling memberi manfaat dan memberikan kesempatan yang sama pada
anggota organisasi. Misalnya perlu adanya rotasi sehingga orang yang bekerja
di “tempat basah” perlu juga ditempatkan di “tempat yang kering”. Semua
anggota organisasi merupakan suatu tim kerja. Semuanya harus memberikan
kontribusi yang maksimal demi keberhasilan organisasi tersebut”.
9) Get together:
Adakan acara-acara yang melibatkan semua anggota organisasi sehingga
kebersamaan bisa terjalin. Misalnya, sekali-kali produksi dihentikan dan
semua karyawan terlibat dalam event rekreasi bersama keluarga, pertandingan
olah raga, seni, dan lain-lain”.
10) Support employee development:
Hasil studi menunjukkan bahwa karyawan akan lebih memiliki komitmen
terhadap organisasi bila organisasi memperhatikan perkembangan karir
karyawan dalam jangka panjang”.
11) Commit to actualizing:
Setiap karyawan diberi kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan diri
secara maksimal di organisasi sesuai dengan kapasitas masing-masing”.
12) Provide first-year job challenge:
Karyawan masuk ke organisasi dengan membawa mimpi, harapannya dan
kebutuhannya. Berikan bantuan yang kongkret bagi karyawan untuk
mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mewujudkan impiannya. Jika
pada tahap-tahap awal karyawan memiliki persepsi yang positif terhadap
organisasi maka karyawan akan cenderung memiliki kinerja yang tinggi pada
tahap-tahap berikutnya”.
13) Enrich and empower:
Ciptakan kondisi agar karyawan bekerja tidak secara monoton karena
rutinitas akan menimbulkan perasaan bosan bagi karyawan. Hal ini tidak baik
karena akan menurunkan kinerja karyawan. Misalnya dengan rotasi kerja,
memberikan tantangan dengan memberikan tugas, kewajiban dan otoritas
tambahan, dan lain-lain”.
14) Promote from within:
Bila ada lowongan jabatan, sebaiknya kesempatan pertama diberikan kepada
pihak internal perusahaan sebelum merekrut karyawan dari luar perusahaan”.
15) Provide development activities:
Bila organisasi membuat kebijakan untuk merekrut karyawan dari dalam
sebagai prioritas maka dengan sendirinya hal itu akan memotivasi karyawan
untuk terus tumbuh dan berkembang personalnya juga jabatannya”.
16) The question of employee security:
Bila karyawan merasa aman, baik psikis, maka komitmen akan muncul
dengan sendirinya. Misalnya, karyawan merasa aman karena perusahaan
membuat kebijakan memberikan kesempatan karyawan bekerja selama usia
produktif. Dia akan merasa aman dan tidak takut akan ada pemutusan
hubungan kerja. Dia merasa aman karena keselamatan kerja diperhatikan
perusahaan”.
17) Commit to people-first values:
Membangun komitmen karyawan pada organisasi merupakan proses yang
panjang dan tidak bisa dibentuk secara instan. Oleh karena itu perusahaan
harus benar-benar memberikan perlakuan yang benar pada masa awal
karyawan memasuki organisasi. Dengan demikian karyawan akan
mempunyai persepsi yang positif terhadap organisasi”.
18) Put it in writing:
Data-data tentang kebijakan, visi, misi, semboyan, filosofi, strategi, dan lainlain. Organisasi sebaiknya dibuat dalam bentuk tulisan, bukan sekedar bahasa
lisan”.
19) Hire “Right-Kind” managers:
Bila pimpinan ingin menanamkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, aturanaturan, disiplin, dan lain-lain. Sebaiknya pimpinan sendiri memberikan
teladan dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-h